Pages

April 15, 2017

We Weren't.

"Who cares about the stupid game? Covey, we're talking about us."
"I care about the stupid game."
Peter is loyal to her first, me second. It's first Genevieve, then me. That is the deal. That's always been the deal. And I'm sick of it. Something clicks in my head. Suddenly I ask him,
"Why was Genevieve outside that night at the ski trip? All of her friends were in the lodge."
Peter closes his eyes briefly.
"Why does it matter?"
I think back to that night in the woods. How he looked surprised to see me. Startled, even. He wasn't waiting for me. He was waiting for her. He still is.
"If I hadnt't gone out to apologize that night, would you have kissed her?"
He doesn't answer right away.
"I don't know."
Those three words confirm everything for me. They take my breath away.
"If I win...do you know what I would wish for?"
Don't say it, don't say it. Don't say the thing you can't take back.
"I'd wish we never started any of this."
The words echo in my head, in the air. He sucks in his breath. His eyes get small; so does his mouth. I've hurt him. Is that what I wanted? I thought so, but now, looking at his face, I'm not sure.
"You don't have to win the game to have that, Covey. You can have that right now if you want it."
I reach out, put both hands on his chest. My eyes fill. " You're out. Who do you have?" I already know the answer.
"Genevieve."
I stand up.
"Bye, Peter."
And then I walk into my house and shut the door. I don't look back, not once.

We broke so easily. Like it was nothing. Like we were nothing. Does that mean it was never meant to be in the first place? That we were an accident of fate? If we were meant to be, how could we both walk away just like that?
I guess the answer is, we weren't.


From P.S. I Still Love You by Jenny Han

April 9, 2017

Untuk Bethari yang Lebih "Berisi".

Malam ini abis buka-buka facebook, dan akhirnya menemukan facebook para dosen....he

Galau dong mau di-add atau ga, tapi ya sudahlah mungkin lebih baik tidak dulu. Anyway, ada satu dosen yang sesungguhnya membuatku terkesima dengan tulisannya. FYI, aku suka baca. Tapi entah kenapa, blogwalking is 10000% more appealing than merely books jadi lebih demen bacain blog orang yang berisi insight keren daripada baca buku.... Tapi aku tetap cinta buku kok, apalagi bau-nya dohhh hehe. Salah satu keinginan tahun ini juga sih, buat baca lebih banyak buku, dan lagi suka baca-baca buku yang bukan novel. Dan minggu lalu di Upnormal kan ada rak buku yah, baca beberapa dan karena ingin banget baca tapi karena di Upnormal adalah waktu mengerjakan tugas dan bukan baca buku, jadi aku cuma baca scanning aja. Etapi etapi, aku malah jadi impulsif buat beli buku online HAHA.

Akhirnya, ku memutuskan untuk beli buku online di Bukabuku.com, dulu pernah beli 2 buku disini juga, bukunya Tirta Primayudha dan nggak kecewa jadi balik lagi deh beli disini. Dan aku.....membeli:


1. Untuk Indonesia Kuat - Ligwina Hananto
Ini buku tentang ekonomi dan investasi sejak usia muda. Pertama lihat buku ini di rumah Madiun tiap lebaran dan SELALU penasaran buat baca. Udah dibaca dan emang sangat penting sih, isinya ngasi tau sejak muda tuh kamu harusnya habisin uangmu dengan investasi yang bener yang kayak gimana, dijelasin step2nya, ada daftar check list juga, udah pokonya sangat berguna lah buat calon ibu rumah tangga loheleho #jayus tapi yang jelas sangat bagus! Terus dua lebaran berturut-turut belum selesai baca jadi aku memutuskan beli wuhuuy.

2. The Naked Traveler - Trinity
Yah ini sangat jelas ya, karena aku adalah petualang (jadi-jadian). Intinya aku sangat ingin backpacking ke seluruh Indonesia dan dunia kalo bisa, jadi ya semoga dapat pencerahan gimana caranya backpacking dengan dompet tipis khas mahasiswa.

3. How to be Happy -  seseorang lupa siapa
Ini buku fix bgt dibeli karena liat di Upnormal HAHA. Tapi emang isinya tuh semacem buku yang bisa dicoret-coret gitu loh, tau ga??? Tau dong tau dong, intinya disitu bukunya kita diajak menuangkan ide langsung. Sangat cucok untuk manusia suka mood swing dan sering merasa kurang bahagia seperti q (kayaknya sih).

4. How to be Interesting - seseorang lupa siapa
Baca ini pasti mikir w desperate bgt gada yg naksir sampe beli ini????? Plis jangan soalnya isinya bukan menarik yang "menarik" yang kayak how to attract boys or something gitu plis. Ini bukunya sangat berwarna-warni dan (sebenarnya, hasil scanning dr Upnormal), bukunya isinya sebenarnya berisi reminder untuk.....do something good! Iya, sesimpel itu. Isinya adalah menjelaskan bahwa cara menjadi menarik adalah dengan melakukan sesuatu yang baik. Tapi mostly adalah hal kecil yang suka dilupain orang alhasil belilah buku ini supaya aku tidak lupa berbuat baik #goldenways.

5. Buku Tentang Ruang - Avianti Armand.
Sesungguhnya aq adalah pengagum kata-kata mutiara alias anak quote guys. Ada 10++ akun quotes yang berisi cuplikan-cuplikan novel dengan kata-kata indah yang aku follow di instagram. Dan dulu kayak gengges bgt mau beli novel isinya puisi soalnya agak trauma sama ujian Bahasa Indonesia jaman SMA kan suka ada pertanyaan maksud atau isi puisi di atas adalah apa kan inget kan, nah makanya kayak ga pernah tertarik beli kumpulan puisi. Tapi lah kok lah kok udah kuliah suka banget bacain apapun yang kata-katanya indah dan....menemukan bahwa puisi, bahasa apapun itu, indah dan menyejukkan sekali kata-katanya :" guys you might wanna check Terribly Tiny Tales, Beau Taplin, Lang Leav, Thought Catalog, dan The Honest Musing (dan sebenarnya banyak kali yang lain sih) mereka adalah akun favoritku di instagram karena they dont make sentences, they create magic!! #okinialay tapi yah begitulah. Ditambah aku baru saja mengenal seorang pujangga dengan sangat dekat beberapa waktu lalu #youknowwho dan kegalauan yang menyertai, I found this book....heartbreakingly good hehe


Nah terus aku bingung sendiri, pertama mau bahas dosen yang tulisannya bagus kok malah bahas buku yang lagi tak beli (dan bete karena ga nyampe2 bok)????

Jadi balik lagi ya huekekek.

Dosen tersebut adalah Pak Rully. Nama panjangnya Rully Tri Cahyono.
Beliau dosen muda, ngajar Simulasi Komputer. Sejujurnya sekarang sedang fase agak bete karena beliau lg ngambek sm TI Akhir dan ngambeknya produktif alias dikasi tugas (mau nangis ga si lo) yang mana banyak dan cukup merusak agenda minggu ini. But, despite all, aku sungguh kagum dengan orang ini karena:

beliau selalu menyisipkan cerita tentang kehidupan dan sedikit motivasi waktu kuliah.

Selalu. Mulai dari pengalamannya di Belanda, anak-istrinya (beliau kayaknya sayangggg bgt sama keluarganya sering bgt cerita di kelas), mahasiswa sekarang yang tulisannya jelek, dan niatnya untuk meminjamkan semua bukunya supaya mahasiswa sekarang suka baca.

Dan lately did I know, bahwa ternyata beliau ternyata se-suka itu baca buku. Kan w abis stalking fesbuknya yak, bacaannya beliau yang berat-berat cem Pramoedya Ananta Toer  dan sampe beliau bikin database buku keluarganya pake Excel saking banyaknya bukunya dan banyak yang sebelumnya ilang. HOW, AMAZING, IS, THAT. fix banget ini mah kalo koleksi bukuku udah banyak mau bikin ginian juga terus nanti mau bikin perpusatakaan di rumah impian AAAAH suamiku, siap ya kita bikin perpustakaan di rumah #ngomongsamasiape.

TAPI

Sejujurnya yang paling aku kagumi adalah: beliau selalu ngingetin untuk bersyukur dan tahu diri kalo kita ini bukan siapa-siapa hanya karena kita kuliah di ITB.

"Kalian lolos masuk ITB jangan bangga. Tau nggak kalau kalian itu cuma beruntung aja masuk sini? Ini masalah kesempatan aja, karena di luar sana mereka nggak merasakan kondisi yang sama kayak kalian. Coba kalau anak-anak itu dibesarkan di keadaan yang bersih seperti kalian, makanan yang bergizi seperti kalian, lingkungan yang baik seperti kalian, bukannya mereka akan bisa masuk ITB seperti kalian juga?
Kalau kalian lulus dari ITB, saya nggak meragukan kemampuan intelegensi kalian. Tapi yang kurang dari mahasiswa jaman sekarang itu empatinya. Percuma sekolah tinggi-tinggi tapi ilmunya nggak dimanfaatkan untuk masyarakat."

Dan itu menohok.

Jadi intinya, aku suka bgt sama dosen yang nggak cuma ngajarin ilmu teknikal, tapi yang selalu ngingetin KENAPA kita harus belajar ilmu itu, in a general way. Cause in the end, this is why we are all doing this kan? Inilah, pada dasarnya, kenapa kita ngerjain tugas sampe nggak tidur, ujian yang susahnya masyaAllah, deadline di sini dan di sana, dan lain lain: buat melakukan sesuatu untuk masyarakat.
In an easy way to say, aku suka dosen yang mengingatkan aku dan teman-temanku bahwa kita (mahasiswa) kuliah SEHARUSNYA bukan ngejar duit, tapi ngejar kemakmuran negara. Iya, semacam sebagai pengingat di antara ironi kompetisi antarmahasiswa untuk mengejar gaji fresh graduate dua digit untuk kekayaan DIRI SENDIRI sedangkan di luar sana ada anak yang pulang sekolah aja kudu jualan dulu bantuin ibu bapaknya.

Pak Rully ini juga suka nulis di blognya. Coba dibuka, tulisannya bagus-bagus btw. Banyak insight keren gitu yang ber-dasar, bukan asumsi-asumsi dan gosip dan renungan dan curhatan nirfaedah semacam blog w gini. You might wanna check facebooknya juga, status-statusnya pun sangat informatif dan disampaikan dengan cara yang sangat baik.

Intinya, postingan kali ini ingin merenungi aja. Isi blog ini kebanyakan curhatan. Dan meskipun aku berniat menjadikan blog ini sebagai media curhat aja, tapi rasa-rasanya kok aku nggak bertanggung jawab ya, mencantumkan link blog ini di bio instagram kalau orang dateng kesini dan cuma baca curhatan w yang nggak ada habisnya. Terus baca-baca blog Pak Rully, Kak Yasmin, terus mediumnya Rey atau Abun atau Kak Iman, atau siapapun deh, isinya sangat "berisi". You got something from them.

Inti permasalahannya adalah:
- Ekspektasi : blog yang informatif dan berisi
- Realita : males (dan gabisa) bikin post yang berdasar data valid atau yang sangat ilmiah dan aku ingin menulis dengan caraku yang mana seperti ini dan how am i gonna make a good post with this kind of writing :(

*deep sigh

Ada yang bisa bantu memberikan alternatif solusi? Kalo kata dwi, yang bisa pm ya

April 5, 2017

Dikelilingi Orang-Orang Baik.

Hari ini ceritanya ada pemesanan nasi jepang berjamaah yang (seperti biasa) dipelopori oleh Aya tapi dikoordinasikan oleh Nadira sebelum kelas OMPI. Sumpah itu tadi selama OMPI perut aq udah kek paduan suara waaaa' nyanyi2 dia berani-beraninya. Akhirnya aku terbebas dari mata kuliah Mr. Bulkywan (HEHE) kalo kata dakur mah. Btw lucu banget gasi Mr. Bulkywan WAKAKAK w pertama denger ketawa2 ndiri gegara lucu....tp kalo menurut kalian biasa aja yauda gapapa kok guys hehe luv

Nah terus kurang lebih 30 menit aku berputar-putar gedung TI karena observasi display buat tugas presentasi Ergonomi. Sekitar jam 11.50an aku kembali ke kelas, duduk, dan buka HP. Lalu hatiku hancur guys melihat namaku tidak terpampang nyata sebagai penerima nasi jepang hari itu padahal aku udah bayar dan sudah menunggu-nunggu kedatangan nasjep karena lapar dan baru pertama kali coba.
Literally hancur............karena aku selaper itu dan sepingin itu makan nasjep dan semales itu buat turun 4 lantai demi ke tamfest.............Gosh I hope you knew how hard I was trying to hold my tears....kayak senahan itu biar ga nangis, karena:


  1. Itu cuma nasi jepang. Kamu bisa pesen lagi besok atau sorenya beth km serius mo nangis....????
  2. Kamu tidak ingin membuat orang-orang ini merasa bersalah dan mengasihanimu dengan membagi-bagi nasi mereka kan....?


Coba kalo tadi disitu nggak ada orang kayanya aku udah nangis nggeru kayak anak kecil minta mainan nggak dibeliin dan dengan suara hampir bergetar tapi tetep stay cool aku bilang "Nggak papa nggak papa guys tenang-tenang nanti aku beli makan sendiri" waktu anak2 pada nawarin "Butsy nanti paroan sama Nadira aja kan nasinya setengah" atau "Yauda punya si A aja kan dia belum bayar" atau "Butsy ini berdua sama aku aja" padahal sebenernya udah hancur bgt dan berniat gamakan sampe kelar K2LK karena males naik-turun tangga dan gamau minta nasi orang2 karena........itu nasi orang it is not even mine dan AKU INGIN NASI JEPANG YANG SEPENUHNYA HAK MILIKKU GUYS HUHU SEDIH dan aku melanjutkan ngerjain tugas inven

hingga kemudian................

"Lu ambil nasi gua aja, Beth." (sambil ngasi kotak nasinya ke aku)
"Ha.....enggak-enggak"
"Ih nggak papa ambil aja"
"Tapi kan kamu juga laper, nggak usah beneran2"
"Nggaaak gapapa, gua juga mau makan di bawah aja"
"Ha enggak2 gapapa tenang2"
"Makan aja nasi gua beneran, gua mau makan ke bawah" (ngasi nasinya ke aku lagi)
"Udah makan aja beneran"
dan aku......terdiam......dan nangis......

Iya, nangis. Air mataku yang aku tahan tadi akhirnya jatuh juga. Pertama gara-gara sedih karena nggak jadi makan nasi jepang, tapi sekarang nangis karena......... banyak banget orang yang baik sama aku.....bahkan ketika aku nggak pernah melakukan kebaikan untuk mereka. Sungguhan ya, Allah ngirim malaikat itu dalam berbagai bentuk dengan cara yang nggak disangka. Yang kita perlu lakukan cuma melihat. Sesimpel itu.

Malaikat yang hari ini namanya Hanna. Jujur, meskipun dia lebih muda daripada aku tapi aku belajar banyakkk banget sama dia yang jauh lebih dewasa, pinter, bijaksana, dll dll dll yang baik-baik dibanding aku yang ceroboh dan reckless ini.

Entah, tadi aku makan nasjep Hanna dengan sangat bersyukur, bahwa aku yang nggak pernah melakukan kebaikan ini....sekali lagi diberikan kebaikan. Makanan ini harusnya punya Hanna, yang saat itu malah memilih ke bawah dan membiarkan nasinya dimakan olehku, dan aku harus bersyukur atas makanan itu.
***

Hari ini sedikit banyak membuatku malu.
Kapan beth terakhir kali kamu membahagiakan orang lain? Kapan terakhir kali kamu membuat mereka bahagia dan tersenyum? Kapan terakhir kali kamu melakukan kebaikan tanpa peduli apa pengaruhnya buat kamu? Kapan beth terakhir kali kamu melakukan kebaikan hanya karena kamu INGIN? Entah, mungkin sudah terlalu lama.

Tapi aku ingin berterima kasih untuk hari ini ya Allah, karena sekali lagi, Kau berikan aku orang-orang yang hebat, yang luar biasa, yang baik budi dan hatinya, untuk aku jadikan teman, untuk aku jadikan contoh dan pelajaran, untuk membantuku berkembang. Lindungi mereka ya Allah, dan semoga Engkau berikan kebaikan pada hidup mereka pula. Aamiin.

PS: Han, kayanya kamu denger ya aku bilang laper-laper mulu pas OMPI.....hehe ku ingin peluk 100000000x han :" makasi ya ilofyu :"

April 4, 2017

Tentang cinta yang tentang waktu.

Patah hati emang nggak pernah gampang, ya?

Empat bulan kemarin adalah sebuah fase yang.....naif. Just how on earth could I think you would come back. Just how on earth could I still read our old chats, remembering the good ol' days while you already are seeing her again. Just how.

I am not over you, yet. I must say.
Lately I've been thinking just maybe, maybe, we will make it someday. Just not today.
But who am I to wish. And who are you to stay.

Last Saturday is an uber mixed feeling of happy and sad, of excitement and broken heart.
Aku melihat kakak bahagia, dan surprisingly, itu sudah cukup membuatku bahagia juga, despite anything.

"Gip, salah nggak sih kalo aku nunggu?"
"Maneh mau nunggu, Beth?"
(deep sigh)
"Hm......iya....mungkin......"
"Aing nggak bilang itu salah, tapi kalo aing menyarankan ya...jangan. Tapi kalo maneh mau nunggu ya gapapa."

"Gip, kalo gitu gimana caranya move on?"
"Katanya maneh mau nunggu?"
"Ya...aku nggak tau. Just in case...."
"Sebenernya aing mau kasih tau jawabannya, tapi karena maneh bilang mau nunggu jadi....nanti kalo maneh udah memutuskan untuk move on kabarin aing. Nanti aing kasih tau caranya."

Intinya?

Bukan, bukan artinya aku udah siap move on. Hanya........siap menerima.
Entah apakah akan berakhir move on atau nggak, tapi aku mulai sepenuhnya menerima bahwa dia pergi dan mungkin nggak akan pernah kembali, bahwa masa lalunya adalah rasa yang selalu dia jaga dan aku nggak akan pernah bisa sekedar untuk menyandingkan diriku dengan dia, bahwa apa yang pernah kita punya hanya memori singkat yang perlahan mulai tak berarti apa-apa,
dan bahwa terkadang, orang yang mengajarkanmu tentang cinta, mungkin adalah orang yang bahkan tidak bisa memberikan cintanya padamu


dan pada akhirnya kamu akan tetap baik-baik saja.



April 2, 2017

I Felt Too Much, He Didn't.

That sudden loss and silence after a triumph.

There comes this time again. When you long for a rub in your back, for a hug to your ached soul. It breaks you heart knowing the person who asked you to stay, leaves. The person who didn't wanna lose you, wanders. The person who held your hands the tightest, lets go. The person who told you he loved you, loves someone else. Has been and will always be.

I am aching.

I thought I'd recovered. Turns out I haven't.