Ok aku mengakui.
Aku barusan bilang kata2 yang paling menyakitkan hati dari seluruh kata yang pernah aku ucapkan seumur hidup. Ke adikku sendiri.
"Kamu punya syarat hidup kenapa tinggi banget sih. Pantes aja nggak lolos SBMPTN, nggak ngerti caranya berjuang."
GOSH.
BETH.
ARE U FUCKING CRAZY?
SAUDARA MACAM APA KAMU INI?
Iya parah w sadar itu adalah silet yang bener2 silet. Bethari gila. Bethari nggak punya hati. Literally nggak punya hati. Oh Gosh, I just do not know the other way....... aku ini dididik kehidupan dengan sangat keras dan turns out menjadi keras ke semua orang, tanpa terkecuali. Only to make them realize, in this very cruel world, kamu harus lebih keras dibanding dunia supaya kamu nggak bisa dikerasin lagi. But Beth, this is not how you treat your sister..........
Dan aing bingung sekarang.....gimana cara minta maaf ke adek aing ini......
December 28, 2017
December 22, 2017
KRL, Jakarta, Orang Kaya, and Everything in Between.
Sebelum menutup hari ini, aku sedikit 'memaksa' diriku untuk nulis tentang perjalanan hari ini yang cukup....... bermakna.
Pagi tadi aku berangkat ke Jakarta. Sudah aku niatin sejak dari Bandung kalo nanti mau ngerjain lomba Studentpreneur (semoga lolos ya Allah, aamiin) nanti waktu udah liburan even if it means I need to travel all the way from Cileungsi to Jakarta. Provided that Imma real explorer (HEHE), ya yang rempong-rempong menggairahkan penuh petualangan gini masak mau w tolak sih.
Bethari is always up to a new experience, new adventure. Keep that in mind.
Berangkat dari Cileungsi jam 7.30an, ran some errands here and there, tibalah di Stasiun Bekasi dan naik kereta yang berangkat kurang lebih jam 8.30an. Aku naik kereta komuter Bekasi-Jakarta bukan baru kali ini ya, ini kali keduaku. Kali pertama I would say nggak separah hari ini. Pertama karena waktu itu nggak sendiri (tapi sama Nik sekeluarga jalan-jalan ke Kota Tua). Kedua karena desek-desekan di keretanya masih manusiawi. Yaps, hari ini aku sendiri which means aku harus belajar pake kartu-kartuan khusus KRL gitu. Yah seneng-seneng aja sih karena mau nggak mau emang harus belajar pake kartu ini. Siapa tahu masa depan w juga di Jakarta yang harus station hopping gini buat ke kantor (AH, pgn jadi wanita karir tapi jg pgn jadi wanita alam). Akhirnya tadi beli tiket alias kartu dan jadi ngerti sistemnya sih. Jadi kita beli kartu seharga 10.000 aja untuk jaminan. Kalau kita berhenti atau ngembaliin kartu di stasiun yang sama dimana kita beli, uang jaminan itu akan dikembalikan. Harga tiketnya juga murce cuma 3000 sekali jalan dari Bekasi ke Jakarta Kota (NO WONDER penumpangnya sampe desek2an mo matiiii). So tadi aku beli kartu THB (in which I forget what it stands for), bayar 13.000 dari Bekasi ke Cikini, lalu kartunya aku simpen. Di Cikini aku top-up kartu 3000 buat ke Bekasi, lalu sampe Bekasi aku tuker lagi kartunya dan dapet 10.000.
WOW LALU AKU BARU SADAR.
Hari ini aku menjelajahi tiga kota sekaligus ya: Bogor, Bekasi, Jakarta #faktapenting. Hehe.
Ok sekarang bad part-nya ya. OH HELL, let me tell you. JGN NAIK KERETA YG GERBONG KHUSUS WANITA. Geez, seriously I will not ever step on that any longer. Judulnya boleh gerbong wanita, isinya bokkk monster. Hiy. Ya biasalah ibu-ibu. Keinjek dikit protes, kegencet dikit protes, ngerem dikit protes...hadeeeuh. Namanya kereta itu ya begitu ibuk-ibuk. Kalau ngga mau desek-desekan ya jangan ambil kereta. Parah, desek-desekan hari ini sangat p a r a h. Bener2 desek, nggak ada ruang buat gerak kaki bahkan. Badan w harus tegak, tegaknya tegak banget bukan tegak ngelendot gitu (ah plis u know what i mean lah). Bersyukur lah aku cukup strong dengan segala hal ini (berdiri lama dan berdesek2an, red). Belum lagi mulut ibuk-ibuk nih kalo ngomong dikit tapi pedes des des.
"Aduh bau ketek." (bukannya tersinggung secara w ga bau ketek juga tapi ya gimana ya....)
"Kegencet sedikit hidungnya penyet." (ini lucu sih, tapi kalo ngomong ketika kereta hening ya gimana ya...)
dan kata-kata lain yang kadang bikin kesel dan ketawa bersamaan. Sangat berbeda jauh dari perjalanan pulang naik kereta komuter sorenya dari Cikini-Bekasi yang isinya banyak lelakinya yang memilih diam dan ga peduli (DAN LEBIH LOWONG!) Take a note on this side ya, lebih lowong guys.
Btw, perjalanan pulang tadi ngerasa sangat beruntung deh hehe. Selain karena akhirnya sempat merasakan naik bajaj (this has been on my wishlist since long long time ago dan akhirnya kesampean sekarang naik bajaj kaya bajaj bajuri di Jakarta!) yang meskipun singkat tapi sangat enjoyable, timing segalanya sangat sangat tepat. Kayak tadi tuh aku pikir kayaknya akan sampe rumah Nik jam 8 malem deh, ini macet dan aku berniat naik bajaj which is nggak bisa nyelip-nyelip kayak motor buat kembali ke Stasiun Cikini-nya....tapi akhirnya tetep gas naik bajaj karena when elseeee naik bajaj di Jakarta bebiii.
Eh sampe Stasiun Cikini semua orang lari-lari. Hati udah was-was, waduh jangan2 ini pada ngejar kereta Bekasi. Kalo w ketinggalan yang ini ucetlah harus nunggu sampe jam 6, blm nanti jam 6 magrib pasti sama ramenya, solatnya gimana, udah gelap, nanti Gojeknya gimana ke rumah....dll dll pretty much overthinking. Tapi yauda sih, masa Explorer harus goyah sama ginian. Gas lagi lah ke loket. Di loket ngantri lagi sedangkan orang lari-lari makin kenceng. Nunggu nunggu trs top up lalu yauda ikutan lari aja. HAHA. Padahal nggak tau ini lari ngejar apa.
Eh beneran dong ternyata lagi ada kereta jurusan Bekasi. Beuuuhhhh, timingnya cucok meyong kuadrat. Secara Cikini kan bukan pemberhentian awal atau akhir gitu dan hanya berhenti 2 menit gitu disitu dan aku tepat waktu. Dapet gerbong yang nggak sebrapa desek2an lagi huhu emang ya kebahagiaan tuh ngga harus yang mahal2 atau sesuatu yang besar. Gini aja tadi w udah merasa bahagia hehehe.
Lalu karena gerbong yang ini cukup lowong dan w masuk terakhir, aku kedapetan berdiri di deket pintu. Jadi bisa lihat pemandangan Jakarta di luar gitu deh. Karena lingkungan tidak membuatku mengeluh, mulai deh mikirku agak berat2 dikit. Kalian pernah naik kereta KRL nggak sih guys? Selain KRL Bekasi-Jakarta dulu aku pernah naik KRL Jombang.
Hm, how to start this...... Aku sangat sangat sangat bersyukur dilahirkan di keluarga yang tidak kaya, tetapi tidak miskin. Aku sangat sangat sangat beruntung mama dan papaku mengajarkanku hidup susah sejak kecil. Aku jadi nggak punya syarat hidup yang tinggi. Iya. Naik motor, angkot, sepeda, bajaj, becak.....semuanya baik-baik saja. Toh yang bikin semuanya nggak baik-baik saja bukan alat transportasinya kan, tapi manusianya. Berapa banyak yang tahu kalo aku lebih sering naik kereta ekonomi Bandung-Surabaya dibanding bisnis, apalagi eksekutif? I bet almost none of you. Selain karena aku nggak mau membuang uang untuk sesuatu yang bisa kudapatkan dengan lebih murah, aku lebih memilih naik kereta ekonomi karena.......aku dekat dengan masyarakat. Aku dekat dengan kondisi sebenarnya negeri ini.
Di kereta KRL Jombang dulu, keadaannya belum sebagus sekarang. Pedagang asongan dulu masih boleh masuk dan jualin dagangan di dalam kereta. Dan ya, dulu aku melihat anak kecil jualan telur puyuh di plastikin di KRL itu. Di gerbong yang sama ada bapak2 bawa ayam mati yang baru disembelih dan akan dipotong. Ada ibu bawa anak balita yang capek dan duduk ngelesot di lantai kereta. Tadi sore di KRL Bekasi aku merasakan lagi hal yang sama. Aku lihat rumah-rumah kumuh di bantaran sungai, anak-anak kecil main bola di sebelah rel kereta yang masih aktif, baju-baju dicuci dengan air kotor sungai dan dijemur di atap rumah tanpa tau kebersihannya gimana. Hal-hal kayak gini ini nyata, ini bukan opini yang digiring oleh golongan politik tertentu untuk memenangkan calonnya, atau bukan opini buatan siaran berita untuk menambah rating. Hal-hal ini tuh ada, kita yang nggak bisa selamanya menutup mata kalo hal ini ada dan masih ada sampai sekarang.
Hal-hal kayak gini yang membuatku tahu bahwa ada kaum seperti mereka. Tanpa berniat mendiskreditkan, hal-hal ini yang membuatku sadar bahwasanya beberapa orang memang terlahir lebih beruntung dari yang lain dalam banyak hal, tetapi beberapa orang tersebut tidak menyadari peruntungannya. Buruknya, beberapa malah menyalahgunakan -peruntungannya untuk hal-hal yang membuat orang yang tidak beruntung itu semakin tidak beruntung. Melihat betapa drastisnya kondisi rumah di deket rel bahkan dalam jangkauan Cikini-Manggarai aja udah signifikan: Gedung tinggi dan rumah bagus vs rumah asbes dan pinggir sungai. Oh God...hatiku mencelos ngelihatnya. Ini Indonesia yang sebenernya. Ini negaraku. Ini yang harusnya orang-orang yang malah tidur atau berantem waktu rapat itu perjuangkan. Ini yang harusnya aku perjuangkan sebagai golongan terdidik, apalagi dengan pendidikan yang disubsidi negara. INI.
And what the hell am I doing right now?
What contribution I've made to change something?
How far I've gone?
How strong I endure?
Dan seketika aku sadar.... aku (mungkin) cuma segelintir beban negeri ini yang cuma bisa nuntut tapi belum bisa kasih solusi.
Hal-hal yang aku lihat tadi sore dan bertahun-tahun yang lalu di KRL Jombang itu yang menyadarkanku kalau Indonesia ini nggak baik-baik saja. So imagine ifI live a high level standard of life all this time dimana yang aku lihat sehari-hari (mungkin) cuma makanan enak, restoran mahal, mobil dan supir pribadi, akses mudah ke pendidikan, and the list goes on...... TERUS MAU DIMANA LIHAT MASALAH KALAU AKU SELALU DAPAT KUALITAS TERBAIK DARI SEMUA YANG AKU INGINKAN?
Ok chill. Aku tidak menyalahkan kalau kamu lahir dari keluarga kaya. Oh lucky you, everybody would do anything to get your seat. Me either.
I hope you get this. My point is: please, please use your wealth for a greater good. Go build a longer table and not a taller fence. Observe. The world is not all shiny and glittery the way you (probably) always see. There are dusts and mud a little bit too much we mistake as dirt. These dirt is not all theirs to blame, it's ours. It's our responsibility. Use your wealth not to collect alot more of yours, but to help others create theirs. Oh... I hope you know how heart-breaking it was to see them boys laughing while playing football when my train passed..... What if the ball went to the rail? What if they chased after it? What if my train passed at the same time? What if the train crashed their body? What if they died? What if... what if....what if...... Once a boy died, you killed a family's hope for a better future and it's one of the cruelest thing ever.
Well, aku rasa cukup untuk malam ini. Aku bukan menggurui, oh well who'ss gonna believe me to be a teacher anyway. Aku hanya.......memberi sedikit perspektif berbeda... I guess? Semoga kita selalu termasuk ke orang-orang yang mau dan mampu memperbaiki negeri ini. Aamiin.
Pagi tadi aku berangkat ke Jakarta. Sudah aku niatin sejak dari Bandung kalo nanti mau ngerjain lomba Studentpreneur (semoga lolos ya Allah, aamiin) nanti waktu udah liburan even if it means I need to travel all the way from Cileungsi to Jakarta. Provided that Imma real explorer (HEHE), ya yang rempong-rempong menggairahkan penuh petualangan gini masak mau w tolak sih.
Bethari is always up to a new experience, new adventure. Keep that in mind.
Berangkat dari Cileungsi jam 7.30an, ran some errands here and there, tibalah di Stasiun Bekasi dan naik kereta yang berangkat kurang lebih jam 8.30an. Aku naik kereta komuter Bekasi-Jakarta bukan baru kali ini ya, ini kali keduaku. Kali pertama I would say nggak separah hari ini. Pertama karena waktu itu nggak sendiri (tapi sama Nik sekeluarga jalan-jalan ke Kota Tua). Kedua karena desek-desekan di keretanya masih manusiawi. Yaps, hari ini aku sendiri which means aku harus belajar pake kartu-kartuan khusus KRL gitu. Yah seneng-seneng aja sih karena mau nggak mau emang harus belajar pake kartu ini. Siapa tahu masa depan w juga di Jakarta yang harus station hopping gini buat ke kantor (AH, pgn jadi wanita karir tapi jg pgn jadi wanita alam). Akhirnya tadi beli tiket alias kartu dan jadi ngerti sistemnya sih. Jadi kita beli kartu seharga 10.000 aja untuk jaminan. Kalau kita berhenti atau ngembaliin kartu di stasiun yang sama dimana kita beli, uang jaminan itu akan dikembalikan. Harga tiketnya juga murce cuma 3000 sekali jalan dari Bekasi ke Jakarta Kota (NO WONDER penumpangnya sampe desek2an mo matiiii). So tadi aku beli kartu THB (in which I forget what it stands for), bayar 13.000 dari Bekasi ke Cikini, lalu kartunya aku simpen. Di Cikini aku top-up kartu 3000 buat ke Bekasi, lalu sampe Bekasi aku tuker lagi kartunya dan dapet 10.000.
WOW LALU AKU BARU SADAR.
Hari ini aku menjelajahi tiga kota sekaligus ya: Bogor, Bekasi, Jakarta #faktapenting. Hehe.
Ok sekarang bad part-nya ya. OH HELL, let me tell you. JGN NAIK KERETA YG GERBONG KHUSUS WANITA. Geez, seriously I will not ever step on that any longer. Judulnya boleh gerbong wanita, isinya bokkk monster. Hiy. Ya biasalah ibu-ibu. Keinjek dikit protes, kegencet dikit protes, ngerem dikit protes...hadeeeuh. Namanya kereta itu ya begitu ibuk-ibuk. Kalau ngga mau desek-desekan ya jangan ambil kereta. Parah, desek-desekan hari ini sangat p a r a h. Bener2 desek, nggak ada ruang buat gerak kaki bahkan. Badan w harus tegak, tegaknya tegak banget bukan tegak ngelendot gitu (ah plis u know what i mean lah). Bersyukur lah aku cukup strong dengan segala hal ini (berdiri lama dan berdesek2an, red). Belum lagi mulut ibuk-ibuk nih kalo ngomong dikit tapi pedes des des.
"Aduh bau ketek." (bukannya tersinggung secara w ga bau ketek juga tapi ya gimana ya....)
"Kegencet sedikit hidungnya penyet." (ini lucu sih, tapi kalo ngomong ketika kereta hening ya gimana ya...)
dan kata-kata lain yang kadang bikin kesel dan ketawa bersamaan. Sangat berbeda jauh dari perjalanan pulang naik kereta komuter sorenya dari Cikini-Bekasi yang isinya banyak lelakinya yang memilih diam dan ga peduli (DAN LEBIH LOWONG!) Take a note on this side ya, lebih lowong guys.
Btw, perjalanan pulang tadi ngerasa sangat beruntung deh hehe. Selain karena akhirnya sempat merasakan naik bajaj (this has been on my wishlist since long long time ago dan akhirnya kesampean sekarang naik bajaj kaya bajaj bajuri di Jakarta!) yang meskipun singkat tapi sangat enjoyable, timing segalanya sangat sangat tepat. Kayak tadi tuh aku pikir kayaknya akan sampe rumah Nik jam 8 malem deh, ini macet dan aku berniat naik bajaj which is nggak bisa nyelip-nyelip kayak motor buat kembali ke Stasiun Cikini-nya....tapi akhirnya tetep gas naik bajaj karena when elseeee naik bajaj di Jakarta bebiii.
Eh sampe Stasiun Cikini semua orang lari-lari. Hati udah was-was, waduh jangan2 ini pada ngejar kereta Bekasi. Kalo w ketinggalan yang ini ucetlah harus nunggu sampe jam 6, blm nanti jam 6 magrib pasti sama ramenya, solatnya gimana, udah gelap, nanti Gojeknya gimana ke rumah....dll dll pretty much overthinking. Tapi yauda sih, masa Explorer harus goyah sama ginian. Gas lagi lah ke loket. Di loket ngantri lagi sedangkan orang lari-lari makin kenceng. Nunggu nunggu trs top up lalu yauda ikutan lari aja. HAHA. Padahal nggak tau ini lari ngejar apa.
Eh beneran dong ternyata lagi ada kereta jurusan Bekasi. Beuuuhhhh, timingnya cucok meyong kuadrat. Secara Cikini kan bukan pemberhentian awal atau akhir gitu dan hanya berhenti 2 menit gitu disitu dan aku tepat waktu. Dapet gerbong yang nggak sebrapa desek2an lagi huhu emang ya kebahagiaan tuh ngga harus yang mahal2 atau sesuatu yang besar. Gini aja tadi w udah merasa bahagia hehehe.
Lalu karena gerbong yang ini cukup lowong dan w masuk terakhir, aku kedapetan berdiri di deket pintu. Jadi bisa lihat pemandangan Jakarta di luar gitu deh. Karena lingkungan tidak membuatku mengeluh, mulai deh mikirku agak berat2 dikit. Kalian pernah naik kereta KRL nggak sih guys? Selain KRL Bekasi-Jakarta dulu aku pernah naik KRL Jombang.
Hm, how to start this...... Aku sangat sangat sangat bersyukur dilahirkan di keluarga yang tidak kaya, tetapi tidak miskin. Aku sangat sangat sangat beruntung mama dan papaku mengajarkanku hidup susah sejak kecil. Aku jadi nggak punya syarat hidup yang tinggi. Iya. Naik motor, angkot, sepeda, bajaj, becak.....semuanya baik-baik saja. Toh yang bikin semuanya nggak baik-baik saja bukan alat transportasinya kan, tapi manusianya. Berapa banyak yang tahu kalo aku lebih sering naik kereta ekonomi Bandung-Surabaya dibanding bisnis, apalagi eksekutif? I bet almost none of you. Selain karena aku nggak mau membuang uang untuk sesuatu yang bisa kudapatkan dengan lebih murah, aku lebih memilih naik kereta ekonomi karena.......aku dekat dengan masyarakat. Aku dekat dengan kondisi sebenarnya negeri ini.
Di kereta KRL Jombang dulu, keadaannya belum sebagus sekarang. Pedagang asongan dulu masih boleh masuk dan jualin dagangan di dalam kereta. Dan ya, dulu aku melihat anak kecil jualan telur puyuh di plastikin di KRL itu. Di gerbong yang sama ada bapak2 bawa ayam mati yang baru disembelih dan akan dipotong. Ada ibu bawa anak balita yang capek dan duduk ngelesot di lantai kereta. Tadi sore di KRL Bekasi aku merasakan lagi hal yang sama. Aku lihat rumah-rumah kumuh di bantaran sungai, anak-anak kecil main bola di sebelah rel kereta yang masih aktif, baju-baju dicuci dengan air kotor sungai dan dijemur di atap rumah tanpa tau kebersihannya gimana. Hal-hal kayak gini ini nyata, ini bukan opini yang digiring oleh golongan politik tertentu untuk memenangkan calonnya, atau bukan opini buatan siaran berita untuk menambah rating. Hal-hal ini tuh ada, kita yang nggak bisa selamanya menutup mata kalo hal ini ada dan masih ada sampai sekarang.
Hal-hal kayak gini yang membuatku tahu bahwa ada kaum seperti mereka. Tanpa berniat mendiskreditkan, hal-hal ini yang membuatku sadar bahwasanya beberapa orang memang terlahir lebih beruntung dari yang lain dalam banyak hal, tetapi beberapa orang tersebut tidak menyadari peruntungannya. Buruknya, beberapa malah menyalahgunakan -peruntungannya untuk hal-hal yang membuat orang yang tidak beruntung itu semakin tidak beruntung. Melihat betapa drastisnya kondisi rumah di deket rel bahkan dalam jangkauan Cikini-Manggarai aja udah signifikan: Gedung tinggi dan rumah bagus vs rumah asbes dan pinggir sungai. Oh God...hatiku mencelos ngelihatnya. Ini Indonesia yang sebenernya. Ini negaraku. Ini yang harusnya orang-orang yang malah tidur atau berantem waktu rapat itu perjuangkan. Ini yang harusnya aku perjuangkan sebagai golongan terdidik, apalagi dengan pendidikan yang disubsidi negara. INI.
And what the hell am I doing right now?
What contribution I've made to change something?
How far I've gone?
How strong I endure?
Dan seketika aku sadar.... aku (mungkin) cuma segelintir beban negeri ini yang cuma bisa nuntut tapi belum bisa kasih solusi.
Hal-hal yang aku lihat tadi sore dan bertahun-tahun yang lalu di KRL Jombang itu yang menyadarkanku kalau Indonesia ini nggak baik-baik saja. So imagine ifI live a high level standard of life all this time dimana yang aku lihat sehari-hari (mungkin) cuma makanan enak, restoran mahal, mobil dan supir pribadi, akses mudah ke pendidikan, and the list goes on...... TERUS MAU DIMANA LIHAT MASALAH KALAU AKU SELALU DAPAT KUALITAS TERBAIK DARI SEMUA YANG AKU INGINKAN?
Ok chill. Aku tidak menyalahkan kalau kamu lahir dari keluarga kaya. Oh lucky you, everybody would do anything to get your seat. Me either.
I hope you get this. My point is: please, please use your wealth for a greater good. Go build a longer table and not a taller fence. Observe. The world is not all shiny and glittery the way you (probably) always see. There are dusts and mud a little bit too much we mistake as dirt. These dirt is not all theirs to blame, it's ours. It's our responsibility. Use your wealth not to collect alot more of yours, but to help others create theirs. Oh... I hope you know how heart-breaking it was to see them boys laughing while playing football when my train passed..... What if the ball went to the rail? What if they chased after it? What if my train passed at the same time? What if the train crashed their body? What if they died? What if... what if....what if...... Once a boy died, you killed a family's hope for a better future and it's one of the cruelest thing ever.
Well, aku rasa cukup untuk malam ini. Aku bukan menggurui, oh well who'ss gonna believe me to be a teacher anyway. Aku hanya.......memberi sedikit perspektif berbeda... I guess? Semoga kita selalu termasuk ke orang-orang yang mau dan mampu memperbaiki negeri ini. Aamiin.
Sebuah Update dari #BethariInginMoveOn.
Ini adalah sebuah update yang menyedihkan (versiku).
Adalah
Bahwa
Tadi malam
Aku
Mimpi
Hampir
B a l i k a n
Sama
Nabil
Oalah Gustiiiii, kenapa susah sekali usahaku untuk move on ini harus diuji.
Intinya yang bener2 tak inget dari mimpi semalem adalah....
Aku sama Nabil duduk di sofa di sebuah rumah (gatau ini rumah siapa). Ada anak2 mesin beberapa ngecakin. Tapi (nggak kayak selayaknya Nabil), Nabil kali ini diem aja, malah bales senyum dan MALAH NGAJAK NGOMONG, bukan menghindar. Wow. Kenapa di mimpi yak dia gitu, kenapa gak dari dulu jaman pacaran yegak #hanyaberandai.
Terus
(Ya Allah nginget ini bikin nyes)
Setelah ngobrol siki2 (w lupa ngobrol apa).
Nabil bilang dia ngantuk.
Dan
Minta Ijin
NYENDER
Di Pundak Gue
!!!!!!
TOLONG INI MIMPI JENIS APAAAAAA.
Ya jelas w ga sanggup lah buset menolak itu huhu. HATI W MASI SELEMBUT KAPAS KALO MASALAH SENDER2AN MAH HUHU.....
Intinya aku.....memperbolehkan dia nyender di pundak w......
Ya Allah rasanya nyes (alias seneng bgt gila di mimpi) padahal ada temen2nya Nabil gitu huhu trs Nabil biasa aja dan lama nyendernya huhu. Sumpah sumpah w kayanya senyum2 doang di sisa mimpi itu sampe kebangun.... endingnya mimpi ga ada sih ya cuma itu aja.....hehe
Yah intinya w tidak tau artinya mimpi ini apa karrna w bukan ahli tafsir mimpi juga tapi....entah.
Aku masih secara rutin berdoa jodoh kok di sholat. Kadang masih (menyempatkan) menyebutkan Nabil juga di doanya, hehe. Berterima kasih atas pengalaman bersama Nabil yang bisa dijadikan pelajaran ke depannya, mendoakan dia semoga dimudahkan urusannya dalam apapun, dan jikalau kami berjodoh maka kiranya Allah memberikan jalan. Kalo engga, kiranya Allah memberikan jodoh bagi masing-masing kami yang bisa membuat kami lebih baik dan di waktu yang tepat. Intinya begitu hehehe.
Ngomongin cinta, jodoh, pacar, mantan...nggak ada habisnya. Sebelum w ngga tidur karena besok harus bangun pagi karena mau ngerjain bisplan di Jakarta (yes besok eksplor!), mari kita akhiri curhat tengah malam ini.
Goodnight blog, goodnight all.
Adalah
Bahwa
Tadi malam
Aku
Mimpi
Hampir
B a l i k a n
Sama
Nabil
Oalah Gustiiiii, kenapa susah sekali usahaku untuk move on ini harus diuji.
Intinya yang bener2 tak inget dari mimpi semalem adalah....
Aku sama Nabil duduk di sofa di sebuah rumah (gatau ini rumah siapa). Ada anak2 mesin beberapa ngecakin. Tapi (nggak kayak selayaknya Nabil), Nabil kali ini diem aja, malah bales senyum dan MALAH NGAJAK NGOMONG, bukan menghindar. Wow. Kenapa di mimpi yak dia gitu, kenapa gak dari dulu jaman pacaran yegak #hanyaberandai.
Terus
(Ya Allah nginget ini bikin nyes)
Setelah ngobrol siki2 (w lupa ngobrol apa).
Nabil bilang dia ngantuk.
Dan
Minta Ijin
NYENDER
Di Pundak Gue
!!!!!!
TOLONG INI MIMPI JENIS APAAAAAA.
Ya jelas w ga sanggup lah buset menolak itu huhu. HATI W MASI SELEMBUT KAPAS KALO MASALAH SENDER2AN MAH HUHU.....
Intinya aku.....memperbolehkan dia nyender di pundak w......
Ya Allah rasanya nyes (alias seneng bgt gila di mimpi) padahal ada temen2nya Nabil gitu huhu trs Nabil biasa aja dan lama nyendernya huhu. Sumpah sumpah w kayanya senyum2 doang di sisa mimpi itu sampe kebangun.... endingnya mimpi ga ada sih ya cuma itu aja.....hehe
Yah intinya w tidak tau artinya mimpi ini apa karrna w bukan ahli tafsir mimpi juga tapi....entah.
Aku masih secara rutin berdoa jodoh kok di sholat. Kadang masih (menyempatkan) menyebutkan Nabil juga di doanya, hehe. Berterima kasih atas pengalaman bersama Nabil yang bisa dijadikan pelajaran ke depannya, mendoakan dia semoga dimudahkan urusannya dalam apapun, dan jikalau kami berjodoh maka kiranya Allah memberikan jalan. Kalo engga, kiranya Allah memberikan jodoh bagi masing-masing kami yang bisa membuat kami lebih baik dan di waktu yang tepat. Intinya begitu hehehe.
Ngomongin cinta, jodoh, pacar, mantan...nggak ada habisnya. Sebelum w ngga tidur karena besok harus bangun pagi karena mau ngerjain bisplan di Jakarta (yes besok eksplor!), mari kita akhiri curhat tengah malam ini.
Goodnight blog, goodnight all.
#BethariInginMoveOn.
Hore good news! Apa tuh?
Hehe sebener-benernya nggak penting karena (sekali lagi) tentang cinta-cintaan. Plis bear with me ya blog, aku tuh pengen jadiin blog ini tuh sebagai diary segala hal gak cuma cinta-cintaan tapi serius dah susah bgt ew. Karna cinta-cintaan tuh kayak nggak semua orang mengerti dan peduli gitu loh sm kisah cinta w, jadinya aku curhatnya kesini aja hehe bodoamat ada/gada yg baca yg penting aku ga gila gegara cinta (ew kuadrat).
JADI
GOOD NEWS-NYA
ADALAH
Bethari berhasil hide instagram story-nya dari Nabil selama lebih dari seminggu!
OMG INI TERGAPENTING.
TAPI INI PRESTASI BROHHHH YEAYYY, LIKE....FINALLY!
Jadi udah lebih seminggu ini aku tuh udah berhasil meng-hide story-ku dari Nabil dan berhasil nggak mengotak-atik (alias meng-unhide lagi) sampe hari ini. Such an achievement prokprokprok!!! Dulu tuh kayak susahh bgt ngehide, bawaannya pgn unhide mulu Soalnya apaya, kadang w bikin story kalo lg bahagia tuh pgn Nabil lihat dan NIH LIAT NIH W BAHAGIA TANPA LO atau kalo lagi galau tuh pgn Nabil lihat dan ngerasa BETHARI SYG BGT SM GUA KNP GUA SIA-SIAIN YA (tapi ini most likely wont happen in 1 million years juga sih lol) gitu. Iya, w kadang tuh suka galau2 sendiri dah kalo ngelihat Nabil ngelihat story w. Padahal juga yauda gitu ngelihat doang, just like other 500 viewers gitu (ceritanya sombong --ancol, followers dikit jg ngapain sombong yak wkwk maap panjat sosial buibuk). Begituh.
Plis jangan sangka perjalanan ini mudah. Setiap w merasa ngestory lagi cantik tuh pengen rasanya meng-unhide biar Nabil menyesal w makin keren dan badai (ini serius) setelah dia putusin. Udah mikir, hmmm w cantik sih di foto story ini tapi pake softlens dan Nabil gasuka w pake softlens jadi dia gabakal bilang w cantik jg...hmm tapi w cantik intinya Nabil harus tau...tapi... tapi tapi terus banyak lah pertimbangan sampai akhirnya w merasa OKEH BETH STOP. MAU LU CANTIK APA KAGAK BUKAN URUSAN NABIL. NABIL GA AKAN MINTA BALIKAN JG KALO LU CANTIK DI STORY. NABIL JG GA AKAN PEDULI KALO LU JELEK DI STORY. DAN INTINYA LU JG NGAPAIN GITU PEDULI APA KATA NABIL DI STORY. Dan akhirnya yes, w berhasil menahan keinginan meng-unhide.
Trs beberapa minggu lalu Bogik sempet bilang gt katanya Nabil bilang 'Bethari tuh ngeblock gua apa gmn sih di instagram. Waktu itu gua sempet mute dia tp udah gua unmute dia gapernah muncul lagi'. Well, bagus lah lu ngerasa. Emang bener sih, if you want people's attention, stop giving something you constantly give them. Biar kerasa bedanya. Udah intinya w (berusaha) ga peduli lagi dengan segala hal berbau Nabil. Enough oke enough. I need to move on.
Sumpah ini adalah cerita nggak penting di jaman millenial. Bagaimana media sosial bisa menggiring opini kita. Oh hell. Gabisa bayangin orang jaman dulu kalo pacaran kayanya gada berantem karna hal2 kecil gegara sosmed gini gak sih....so much peace. Semoga ini bertahan hingga.....waktu yang tak dapat ditentukan ya. Alias..... ketika aku bisa melihat kamu dan semua terasa.....baik-baik saja (iya karena kalo sekarang masih belum baik-baik saja heu).
Kayak katanya quotes2 yang intinya: letting go itu bukan sekedar goofing around saying you're gonna move on, it's all about looking at them in the eyes and finally say you don't want them any longer.
I'm going there, soon. Very soon.
Hehe sebener-benernya nggak penting karena (sekali lagi) tentang cinta-cintaan. Plis bear with me ya blog, aku tuh pengen jadiin blog ini tuh sebagai diary segala hal gak cuma cinta-cintaan tapi serius dah susah bgt ew. Karna cinta-cintaan tuh kayak nggak semua orang mengerti dan peduli gitu loh sm kisah cinta w, jadinya aku curhatnya kesini aja hehe bodoamat ada/gada yg baca yg penting aku ga gila gegara cinta (ew kuadrat).
JADI
GOOD NEWS-NYA
ADALAH
Bethari berhasil hide instagram story-nya dari Nabil selama lebih dari seminggu!
OMG INI TERGAPENTING.
TAPI INI PRESTASI BROHHHH YEAYYY, LIKE....FINALLY!
Jadi udah lebih seminggu ini aku tuh udah berhasil meng-hide story-ku dari Nabil dan berhasil nggak mengotak-atik (alias meng-unhide lagi) sampe hari ini. Such an achievement prokprokprok!!! Dulu tuh kayak susahh bgt ngehide, bawaannya pgn unhide mulu Soalnya apaya, kadang w bikin story kalo lg bahagia tuh pgn Nabil lihat dan NIH LIAT NIH W BAHAGIA TANPA LO atau kalo lagi galau tuh pgn Nabil lihat dan ngerasa BETHARI SYG BGT SM GUA KNP GUA SIA-SIAIN YA (tapi ini most likely wont happen in 1 million years juga sih lol) gitu. Iya, w kadang tuh suka galau2 sendiri dah kalo ngelihat Nabil ngelihat story w. Padahal juga yauda gitu ngelihat doang, just like other 500 viewers gitu (ceritanya sombong --ancol, followers dikit jg ngapain sombong yak wkwk maap panjat sosial buibuk). Begituh.
Plis jangan sangka perjalanan ini mudah. Setiap w merasa ngestory lagi cantik tuh pengen rasanya meng-unhide biar Nabil menyesal w makin keren dan badai (ini serius) setelah dia putusin. Udah mikir, hmmm w cantik sih di foto story ini tapi pake softlens dan Nabil gasuka w pake softlens jadi dia gabakal bilang w cantik jg...hmm tapi w cantik intinya Nabil harus tau...tapi... tapi tapi terus banyak lah pertimbangan sampai akhirnya w merasa OKEH BETH STOP. MAU LU CANTIK APA KAGAK BUKAN URUSAN NABIL. NABIL GA AKAN MINTA BALIKAN JG KALO LU CANTIK DI STORY. NABIL JG GA AKAN PEDULI KALO LU JELEK DI STORY. DAN INTINYA LU JG NGAPAIN GITU PEDULI APA KATA NABIL DI STORY. Dan akhirnya yes, w berhasil menahan keinginan meng-unhide.
Trs beberapa minggu lalu Bogik sempet bilang gt katanya Nabil bilang 'Bethari tuh ngeblock gua apa gmn sih di instagram. Waktu itu gua sempet mute dia tp udah gua unmute dia gapernah muncul lagi'. Well, bagus lah lu ngerasa. Emang bener sih, if you want people's attention, stop giving something you constantly give them. Biar kerasa bedanya. Udah intinya w (berusaha) ga peduli lagi dengan segala hal berbau Nabil. Enough oke enough. I need to move on.
Sumpah ini adalah cerita nggak penting di jaman millenial. Bagaimana media sosial bisa menggiring opini kita. Oh hell. Gabisa bayangin orang jaman dulu kalo pacaran kayanya gada berantem karna hal2 kecil gegara sosmed gini gak sih....so much peace. Semoga ini bertahan hingga.....waktu yang tak dapat ditentukan ya. Alias..... ketika aku bisa melihat kamu dan semua terasa.....baik-baik saja (iya karena kalo sekarang masih belum baik-baik saja heu).
Kayak katanya quotes2 yang intinya: letting go itu bukan sekedar goofing around saying you're gonna move on, it's all about looking at them in the eyes and finally say you don't want them any longer.
I'm going there, soon. Very soon.
December 7, 2017
This Slow, Painful Way.

Nabil aku pengen benci kamu tapi nggak bisa.....
Semua orang tuh bilang 'Nabil tuh jahat kenapa masi klepek2 dah' atau 'Kenapa jadi galau Nabil lagi sih' atau 'Mending lupain Nabil' dan lain lain yang intinya aku disuruh melupakan.
TAPI GIMANA.
GIMANA CARANYA. KASI TAU AKU GIMANA.
Aku ini mulai..............lelah. Kenapa bethari bisa sangat goblik. Kenapa masih berharap. Kenapa nggak bisa biasa aja. Dan sampai kapan. Sampai kapan aku akan pengen-ketemu-tapi-sok2an-gamau-ketemu kayak gini. Kapan ya tuhan.
Don't say I'm not trying.
1) I hide my stories in instagram at times. Tau kenapa? Aku suka nggak sanggup kalo liat dia di daftar orang yang melihat kehidupanku. Freak ya? Iya. Bethari emang freak masalah cinta. Tau rasanya? |*deep sigh* Nyesek....... Banget...... Karna kamu ingin dia melihat kehidupan kamu bukan lewat instagram, tapi di sampingmu. Di sampingmu, and it's a whole different thing.But nothing worked.
2) I block his line contact several times. Why? Cos I fucking want to stop my self from being curious about how he's up to at the moment. I fucking want but I fucking cant. And you say I dont try?I tried but I couldn't.
Well here's to admit that I don't get that much butterflies on my stomach the moment I see him. I don't think of him all day all night like I used to. But does that mean that the feeling just...disappear? Cos when you love someone and you break up, where does the love go? You make up your mind that it disappears. Oh baby no. No. You force yourself to think it does when it doesn't. You force yourself not to get used of that. That's what happens. But reality....is the feeling still there? Yes baby, the answer is yes.
So here's to admit as well.....that I DO STILL WANT HIM. I DO STILL LOVE HIM. Even after all this time, even after all this thing. Aku nggak tahu apakah ini akibat that first puppy love whatsoever, but here's I'm speaking truth. I thought it was one...but turns out ketika Bogik bilang kalo Nabil abis disakiti cewek pun aku juga sedih karena how could they be so rude to him...... aku tau ini bukan first puppy love you all assume.
Call me cray. I am. I am a desperate craze.
Gosh.... how.
How to stop visualizing the image of what could have happened if we tried harder.
Do I simply have to let go? Do I have to cling on this for this could be a sign? Do I have to give him letter for the sake of telling him how much he'd consumed me, or do I have to tell him, in front of his face, how hurtful he's been for leaving me and never coming back?
Freak choices eh?
Once again, Bethari is crazy so please, keep that in mind.
Nabil, I hate you.
Subscribe to:
Posts (Atom)