Pages

January 21, 2018

Malam Terakhir di Surabaya.

Adalah saya menyadari bahwa saya sangat sayang sekali dengan keluarga saya dan saya sedih besok harus kembali ke Bandung mengejar mimpi. Tolong mudahkan setiap orang disini (termasuk papa saya yang jarang foto) untuk mencapai mimpi kami masing-masing dan semoga cinta kami saling menguatkan.




Aku Ingin Menjadi Seperti.....

Well, if you knew. This past few weeks I've been ranting about how the hell I'am gonna collect 3 freaking millions rupiahs for this PLP project. Somehow a bit regretting why bother with this self-depressing project I got to call challenging at first. Well it is, just why. Why. Why so many unexpected things happen especially about this funding things I AM NOT FVCKING RICH HOW AM I GONNA PROVIDE Y'ALL 30 RUPIAH-ORIENTED FELLAS SUCH LUNCH AND SNACKS AND TIP AT THE SAME TIME WHILE I MYSELF STILL AM STRUGGLING TO JUGGLE BETWEEN SAVINGS AND EXPENSES OF THE LIMITED AMOUNT MY PARENTS GIVE ME.

Aku udah kaya orang depresi hari-hari menuju IECOM dan masa IECOM. Darimana dapet duit ini yatuhan darimana?!?! Kalo nggak dapet duit di Kitabisa bisa matilah awak harus ngeluarin duit buat ke Atambua buat PLP ini...nanti di Atambua hidup aing gimana????

TAPI.

Tiba-tiba Kamis siang Allah ngasi pencerahan yang sangat luar biasa.com.
Dapat email dari Kitabisa kalau Bude Nunuk donasi 1 juta buat PLP aku. Satu juta. SATU JUTA RUPIAH.

Ya Allah aku lagi di ATM Mandiri rasanya pengen sujud syukur saat itu juga tapi nggak mungkin soalnya nanti malu. Langsung ngerasa Allah baik banget ngasi segala hal ini ketika aku udah sangat desperate banget dan udah mulai merelakan diri kalo harus ngeluarin duit tabungan buat PLP. Trus aku jadi mikir dan punya cita-cita baru....

Kalo aku udah gede nanti....aku mau jadi kayak Bude Nunuk.

Iya. Jadi kayak Bude Nunuk.
Bude Nunuk adalah salah satu keluargaku yang paling religius. Dibanding saudara-saudaranya yang lain yang nggak bisa baca Quran, Bude belajar agama Islam dengan sangat (sangat) istiqomah. Pokoknya setiap aku main ke rumahnya selalu solat tepat waktu dan malu sendiri kalo skip solat Subuh. Bude Nunuk adalah salah satu keluargaku yang naik haji pertama kali dan udah beberapa kali umroh. Beliau bukan termasuk orang yang kaya banget, tapi hidupnya cukup.... Dan ini.... Aku sungguh ingin jadi kayak Bude Nunuk suatu hari nanti kalau aku udah punya uang yang berlebih untuk memenuhi kehidupan dasarku sendiri.

Aku ingin menyelamatkan mimpi-mimpi banyak orang yang digunakan untuk kebaikan bersama. Aku ingin memberi tanpa peduli berapa sisa yang aku punya, just because I know what I can give now, will come back to me later. Aku ingin jadi orang kaya yang nggak pelit.

Kalo sekarang pelit ya mohon maklum.... 
saya harus menghemat banyak sekali pengeluaran akhir-akhir ini

What I want to point out in this post adalah bahwa........ one little act of kindness will take you somewhere you never know. Gampangnya, coba bayangkan. Waktu Bude Nunuk nyumbang 1 juta buat PLP-ku, apakah beliau akan berpikir bahwa uang donasinya akan membuat seorang aku ini menambah daftar cita-citanya menjadi wanita yang sedermawan, se-istiqomah, dan sebaik dirinya? Tidak kan. Pasti niatnya hanya ingin beramal dan siapa tahu, yang beliau lakukan ternyata lebih dari itu. Seperti itu.

***

So then, keep serving.
Keep giving.
You don't know whose life you're saving.

Sebuah Mimpi yang Aneh.

Penasaran nggak kemaren malem aku mimpi apa?

Cepil sama Dapit nikah.

Lucu banget yak? Aing jg gapaham.
Ini mimpi aneh banget sebanget-bangetnya.
  1. Q nggak sebrapa deket sama Dapit. Ya mayan akrab gegara sekelas pas TPB sm suka becanda-becanda aja but that's all.
  2.  Apalagi sama Cepil.
  3. Mereka menikah?!? WKWK. maksudnya they are ex and everyone still makes fun of that fact sometimes but who thought they're gonna get.....married?

Too insane.
Ga ngerti gimana ceritanya mimpinya pokonya ujug-ujug dapet undangan nikah dari Dapit sama Cepil terus ternyata nikahannya di rumah salah satu dari mereka gitu dan nikahnya tuh kayak deket-deket lulus wisuda gitu karena semua orang belum kerasa 'reuni' banget karena baru aja pisah. Like....wow ini mimpi kocak bgt sih parah sbenernya wkwk karena di mimpi itu inget banget anak-anak semua ketawa-ketawa karena siapa sangka Dapit sama Cepil yang udah jadi mantan dan lucu gitu tiap dicakin ternyata pada akhirnya CLBK dan nikah juga.

Sumpah ya w gangerti bagaimana harus mengartikan mimpi.
Mimpi ini beneran bunga tidur atau apasi sbenernya helo?????
Kayak sebenernya I've been making up some sorts of scenarios I'd use for Nabil's birthday the upcoming date for the sake of 'finishing' the unfinished one and setelah dikasi mimpi ini somehow jadi kayak.......apakah ini pertanda sebuah cinta lama bisa bersemi kembali dan balikan could possibly be a way to happy ending?

Sekali lagi, entah.

January 20, 2018

Bu Ten dan Pak Kicu.

Hari Rabu lalu aku sekeluarga ke Probolinggo, tempat Gatun kerja. Di perjalanan berangkat, pembicaraan di mobil tiba-tiba tentang THR (Taman Hiburan Remaja) Surabaya dan daerah sekitarnya dan tiba-tiba Mama bilang....

"He. Ten meninggal lho."

Oh wow. Innalillahi.
Ten adalah salah satu pemilik warung langganan favorit keluarga dengan menu kesayangan cumi hitam. Dulu Ten adalah ibu kosnya Papa yang baru merantau dari Wonogiri. Sumpah ya, resep cumi Ten adalah yang terenak yang pernah tak coba. Nasi putih + cumi + bawang goreng dan udah, nggak ada duanya udah. Dan terus sedih....kalau Ten sudah meninggal berarti aku nggak akan pernah makan cumi Ten yang enaknya banget (buanget) itu lagi. Katanya Ten meninggal udah lama, jauh sebelum adekku daftar les (which means kira-kira Juli) dan sejak itu warung Ten udah nggak buka lagi. Sedih banget kan?

Lalu perjalanan pulang dan Papa ngelewatin Pondok Marinir dan tiba-tiba Papa bilang....

"Pak Kicu udah meninggal, nduk."


Boom. Dua kali.
Pak Kicu adalah tukang sepatu yang suka bikin sepatuku jaman SMA. Sepatunya bagus banget. Dulu aku suka promosi di kelas bahkan sampe ada temenku yang nitip. Harganya cuma 60-70 ribuan doang dan awet. Jadi jaman aku SMP tuh suka beli sepatu hitem pantovel di Bata atau Matahari gitu dan suka rusak setelah 6 bulan secara tiap haru dipake. You know harga sepatu disitu kan ya rata-rata 100-200 terus rusak tiap 6 bulan kan sedih yak. Bayangin sepatu Pak Kicu tuh awet sampe lebih dari setahun padahal dipake tiap hari. Selepas SMA aku udah nggak pake sepatu item lagi jadi ya kabar-kabar Pak Kicu udah lama nggak denger kecuali kalo lagi lewat Pondok Marinir aja suka bilang "Eh ini Pak Kicu." Untungnya, usaha sepatu Pak Kicu masih dilanjutkan sama pekerjanya yang lain.

***

And so that's how it goes.
Dua kabar duka dalam sehari atas dua orang yang kamu hargai jasa-jasanya sangat menyedihkan nggak si. What can I say, setiap orang punya masanya sendiri-sendiri.

Everything. Is. Temporary.

January 16, 2018

Unfinished.

 Lily to Robin.

"You're not just deleting a number, you're deleting a part of your life. You know, all those memories, all those experiences. It's like you're admitting they're gone forever.""Lily, this is a number that you will never dial again.""I might.""No, no. But you keep it in your phone because it reminds you of a version of yourself that you could be, even if it's a version of yourself that you'll never become. And that's okay."


 Lily to Robin.

"Where's the poop, Robin?" "How do you do that? You are like a bomb-sniffing dog, except with poop.""You are a poop-sniffing dog. I think that's just called a dog.""Where's the poop, Robin?""Fine. I called Don again. Hey, Don! It's Robin again. Look, I am sorry for all the calls. It's just, I saw you on the news, and it made me a little crazy for a minute. I guess I wasn't as over our breakup as I thought. But I want to say, from the bottom of my heart, I am going to kill you. No No, I'm not. I am happy for you. And that Asian slut on your Facebook page. She's dead, too.""I thought you deleted his number.""I did, but it turns out, I memorized it. You can't delete contacts from your brain, Lily.""Well, you have to try.""If you ever want to have closure I am never going to have closure. Okay? Closure doesn't exist. Okay, one day, Don and I are moving in together, and the next thing I know, he's on a plane to Chicago. It just ended. And no matter how much I try to forget that it happened, it will have never not happened. Don and I will always be a loose end. We'll always be...."


Ted.

"Unfinished.Gaudi, to his credit, never gave up on his dream, but that's not usually how it goes.I mean, usually, it isn't a speeding bus that keeps the brown, pointy, weird church from getting built. Most of the time, it's just too difficult or too expensive, or too scary. It's only once you've stopped that you realize how hard it is to start again. So you force yourself not to want it. But it's always there. And until you finish it, it will always be..."

Unfinished is my favorite How I Met Your Mother episode ever. And frankly speaking...my poops are still everywhere and am still trying to get things (finally) finished. Hey Robin high five, we have something in common.