Pages

August 10, 2018

Sebuah Tulisan Saat Sakit.

Ini adalah sebuah post yang ditulis ketika sedang tidak enak badan.

Sedih sih, aku termasuk yang (alhamdulillah) jarang banget sakit. Sampe kadang bertanya-tanya ya Allah ini aku yang emang jarang banget sakit apa temenku yang sering sakit sih? Tadi sore telf mama tapi ternyata di rumah lg arisan jadi gabisa diangkat. Giliran mama telf hapeku lg mati. Hm, timing oh timing.

Btw.
Nikmat sehat tuh luar biasa ya. Setiap sakit kaya gini aku selalu kepikiran, aku cuma flu berat aja rasanya badan mau rontok, apalagi orang-orang di luar sana yang kanker dan harus kemo, atau yang skoliosis dan harus terapi jalan. Kalo lagi sakit aku juga jadi suka nangis-nangis sendiri. Biasanya air matanya keluar bukan karena sedih, tapi karena pilek berat jadi setiap lagi 'sisi', air matanya suka keluar trs mata jadi merah. Kebetulan sambil sok-sokan akting lagi sakit kayak di sinetron-sinetron. Yang akunya tidur terus gabisa buka mata dan cuma bisa berbaring sambil dengerin orang keluar-masuk kamar sambil jengukin lalu tiba-tiba keluar air aja dari sudut-sudut mata. Lalu kepikiran, kalau ini kejadian nyata, siapa yang menganggap aku cukup berharga sehingga rela menghabiskan sedikit waktunya untuk datang dan mendoakan kesembuhanku....

Ternyata, ketakutanku masih tetap sama.
Takut dilupakan.

Kemudian tiba-tiba terlintas, nggak tau sih darimana kayaknya sih gegara liat post Kevin Liliana sambil nge-gym di instagram trs dihujat netizen karena Miss International kok malah nge-gym padahal Lombok lagi gempa (oh netizen mahabenar), what is it that makes me want to be a Puteri Indonesia so bad?

Mungkin dulu jawabannya terlalu.....kekanakan. Somehow it was true. Aku ingin jadi Puteri, as if, a princess.
Tapi kemudian aku berpikir...the reason why I want to be Puteri Indonesia so bad is because I want my voice to be heard. I want people to look at me and believe that I stand for something, for a greater good.

Entah mungkin aku nggak akan pernah jadi seorang Puteri Indonesia sama sekali dalam hidupku karena mereka sudah membuatku kalah sebelum berperang...tapi insyaAllah...sampai detik ini aku masih akan berusaha memerangi ketakutanku untuk dilupakan, dengan berusaha sebaik-baik yang aku bisa supaya suatu saat aku bisa memperbaiki pendidikan di daerah tertinggal di Indonesia dan mereka akan mengingatku.

(oh my God I'm ALWAYS in tears realising how bad I want this to happen and it's scary to think I have the possibility of not making it happen)

Entah akhirnya harus diakhiri seperti apa tulisan ini.
Maybe a bit encouragement will do.
Untuk teman-temanku yang sedang berjuang dalam hal apapun untuk mewujudkan mimpinya, semoga kalian selalu dimudahkan. Dan kalau kebetulan sedang baca post ini dalam keadaan sehat...jangan lupa bersyukur ya!

July 31, 2018

Penyemangatku Minggu Ini.

Aku berencana untuk menjadikan hari ini sebagai hari bimbingan terakhir.
Tapi makhluk memang hanya mampu berencana, sisanya Allah yang menentukan. Kalo hari ini nggak jadi bimbingan terakhir, artinya bimbingan lagi minggu depan. Artinya lagi, pupuslah target untuk daftar sidang 3 Agustus dan nggak bayar UKT.

Sedih banget. Kayak langsung melengos aja gitu.
Sebenernya tujuan daftar sidang tanggal 3 selain supaya nggak bayar UKT adalah supaya per-TA-in ini segera berakhir dan segera bisa ngerjain hal-hal lain kayak SIP, PCMI, dan lain-lain. Juga supaya bisa dapet bonus beasiswa VDMS karena lulus tepat waktu. Yang paling utama sebenernya ingin segera .....berkontemplasi. Tentang kehidupan pascakuliah, mimpi-mimpi yang masih ngegantung, urusan-urusan yang belum terselesaikan, dan menikmati Bandung, probably, for the last several months...

Ah, mungkin memang belum waktunya...
Seminggu ini kayak melayang. Tiap bangun pagi rasanya takut. Bukan males ngerjain TA, tapi harap-harap cemas hasil running jelek banget karena masih local optimal dan harus analisis lagi ini kenapa, salahnya dimana, apa yang harus diperbaiki lagi, harus running lagi dan nunggu lagi, ini itu banyak sekali. Rasanya tadi Pak Anas bilang ke Helmi "Jadi gimana, udah bisa ditutup TA-nya?" dan aku hanya bisa.....melihat itu entahlah *kratak kratak kratak*

Tapi aku percaya ini adalah perjalanan yang akan memberikan banyak pelajaran.
Aku yakin Allah akan menjawab kapan dan bagaimana ini dengan cara paling baik.
Aku yakin tidak akan kecewa dengan berdoa pada Tuhanku.

***

Meanwhile aku meratapi TA ini sepanjang minggu, aku masih merasa sangat beruntung punya dua orang tua yang nggak pernah berhenti mendoakan yang terbaik. Aku bukan tipe anak homesick yang dikit-dikit pulang kampung, tapi ngelihat chat doa dan penyemangat ini....siapasih yg nggak pengen nangis:(







Jadi bismillah. Mohon doanya (siapapun kalian), supaya pundakku (dan teman-temanku yang masih berjuang) agar dikuatkan ya.
Dan untuk kalian, semoga urusan kalian selalu dilancarkan.

July 30, 2018

Pesimisme.

Sebuah pikiran hari ini yang entah bagaimana, seakan nggak mau pergi.

Mungkin aku bermimpi terlalu tinggi. Mungkin aku nggak akan pernah bangun sekolah-sekolah di penjuru Indonesia suatu hari nanti. Mungkin aku nggak akan pernah jadi Pengajar Muda yang setahun mengajar sumur hidup menginspirasi. Mungkin aku hanya akan berakhir sebagai seorang budak korporat yang bangun pagi pulang pagi ngejar rupiah.

Mungkin aku nggak akan pernah cukup baik untuk sekedar mengejar mimpiku dan menjadikannya nyata karena aku hanyalah.....aku.
Aku yang tidak punya apa-apa.
Mungkin.

Segala hal tentang TA yang tidak kunjung selesai, sidang dan penguji yang saat ini terdengar sangat menyeramkan, pekerjaan dan pengalaman apa yang dikejar setelah lulus, konsep jodoh dan pertanyaan kapan akan menikah di antara rencana-rencana hidup di masa datang, jurusan S2 apa yang ingin aku ambil dan dimana, serta banyaknya target, mimpi, dan keinginan yang ingin aku capai dalam waktu yang sungguh singkat ini.....sungguh menakutkan.

Sungguh sangat menakutkan.

May 30, 2018

Dan Sedikit tentang Percintaan.

Boleh deh nambah satu post buat Mei. Hihi. Tentang cowok.
Ohya sedikit catching up with my (friends') love life, Nanda nikah.

Iya Nanda.
IYA NANDA.
NANDA!!!!
SM KAK IMAN!!!!

Beneran kan gangerti cara Allah bekerja emang luar biasa banget. Nanda yang jaman tingkat 2 suka tiba-tiba girang kalo ketemu Brian, yang bete bgt gegara Brian deketin aku, dan Nanda yang akhirnya dideketin Kak Iman yang mana adalah sahabat Brian dan memilih untuk menghabiskan sisa hidup bersama dia.

I can still even remember the first encounter of Kak Iman with Nanda. Lewat instagram, tengah malam, saat aku dan Brian lagi telfonan! Dan bahkan sekarang Brian udah nikah, Kak Iman juga udah nikah.....sama Nanda!

Hihi I'm beyond happy for them. Namanya jodoh memang gada yang tau. Tbh, akhir-akhir ini udah mulai bodo amat lagi sama jodoh. Aku udah bener-bener mulai terasuki sama quote 'attract what you want by being what you want'. HEHE. Iyah, sekarang aku sudah mulai tahap daripada mencari, mending memantapkan diri. Kalau udah waktunya entar juga dateng kok yang sama-sama sudah mantap :)

So, a bit about my past loves. Here you guys come to an end. Sometimes it suddenly pops to my mind but hey, it doesn't ache anymore! Instead, I still am very thankful for them having crossed my life. That they have given me life lessons of what I truly want and need from a life partner (yes, not boyfriend. only serious guys are allowed to my life), what I deserve, and what I'll do in return.

So here's to all women who's still struggling to forget their pasts:
you will be okay.
oh and you'll know why it should happen this way.

Cos I survived, and this journey still haven't finished yet.

Catching Up with Life Lately.

So here's to the one and only post in May.

Writing this lowkey to inform the world the storm I've been going thru these past 2 months but HIGHKEY to make sure I write on this blog every month.
CANT NICELY POUR EVERYTHING AND PUT INTO WORDS WHATEVER IN MY MIND LATELY (and I assure you it's waaaay way way too much) COS CIRCUMSTANCES NOT NICE BUT HELL, SURE I WILL.

VERY SOON!


April and May have been hella dreamy and I don't even want this month to end to be honest but hey, life is still going and who knows what it's going to offer me tomorrow. And the day after tomorrow. And the day after the day after tomorrow. Still so excited.

Currently at the train to Surabaya. Just had one of the most mind-blowing last-minute hustle-bustle and I survived!!!!! And by this I mean....I left my 2 boxes of Bandung Kunafe at kosan and just realized it on 9.01 pm. Immediately ordered go-send and got this delivered on 9.17 pm while my train was scheduled to depart at 9.25 pm. Kuddos to Gojek for providing this service  and also to the driver and Mbak Leyna (my new kosan buddy yg baik dan seru bgt parah) may the odds be ever in their favor 

Okay so to sum up the upcoming posts (this blog is going to explodeeeee) here's a sneak peek that I'll link to when the posta are ready:
1. My PPAN Journey.
2. AISEP from Pre-Departure chaos, having the best time of my life for 10 days, and the #AISEPsick that comes with it.
3. PCMI Jatim, the roller-coaster ride and this challenge in disguise called Suwar-suwir and outing.
4. YLI Journey comes to a wonderful end.
5. My last Ramadhan in Bandung.
6. This never-ending TA and how I deal with everything.
7. My new homey and lovely kosan I'm forever grateful for ✨

Guess alot is going to cross my mind again once or twice and it may not go as planned but let's hope this remaining Ramadhan will inspire me to write a more insightful post to all of my readers (emang ada? wkwk).


LAST BUT NOT LEAST:
Thank you Allah for everything.
I believe in You and Your beautiful plans. Alhamdulillah.


Selamat berpuasa semuanya, semoga puasanya berkah yaah.
(and a little glimpse of me since I myself can't contain this excitement all alone hihi)