Pages

December 31, 2018

Kissing 2018 Goodbye.

2018.

OH WHAT A YEAR!

Ok this is not gonna be a mandatory recap post about how a year has been. I'm planning to do it real soon btw! This one I promise (I break lots promises about how I'm gonna write more. Such trash talks, Beth. Sorry readers... It's just...I just don't feel like writing long posts, I don't know why but I've made the list!).

So in a nutshell, this year has been AMAZING. And when I say amazing, this one means TOTALLY AMAZING.

INCREDIBLE. TERRIFIC. INDESCRIBABLY...INDESCREBABLE!
I'm telling you.

But to make it crystal clear, give me moderate time to sum up this year properly in a long beautiful note. I'll make this one a masterpiece. Ok I'm lying. I'm trying my best to do justice about how this year has made me feel. I love 2018 so much you know!!! And yes, this post is intended to fill in the gap so that it looks like I write a minimum one post each month. Well, gotta make this one a resolution for next year then :))

So, thank you for joining me through the journey, my dear blog. You've been such a good friend since.....2012! 7 years down, my longest relationship ever with an individual stuff. Love you, love this. Thank you for being such a safe place, a shelter.

And to close this,
I hope a better everything for everyone in the upcoming year.

I am having a new life here in Jakarta, everything seems so clear yet so blurry. One time my friend asked me,
"What word to associate your 2019 resolutions with?"
I took lotsa time to think, then came up with the word....

"Fire."
"Because we are........adulting, we face the working life, the real world. We have those dreams, but reality will sooner/later hit us hard. Hard enough to think that maybe settling down and keep slaving away is the best way and those idealistic picture perfect dreams of ours soon be gone. I don't want to make my 2019 be like that. I want to keep my dreams burning and so then I need fire."

So for the coming year, please be as, if not more, joyful and unpredictable as 2018. Please.
Let me sing "a million dreams are keeping awake" outloud to my bones as much time as I can.

Selamat tahun baru.
Selamat membuat resolusi dan mewujudkan mimpi kembali.



November 15, 2018

Rejeki yang Datang dan Pergi.

Sejujurnya agak sebel sama diri sendiri kenapa nulis kalo lagi sedih atau down aja. Padahal kebahagiaan seharusnya juga harus diabadikan kan? Mungkin menulis memang salah satu cara menyalurkan kesedihan paling ampuh bagiku, mungkin tidak untuk semua orang.

Setelah berkelana di Jakarta beberapa hari terakhir, keluar masuk gedung-gedung tinggi....ah intinya hari ini mixed feeling. Dapat kabar bahagia (besok offering Kantar) tapi juga kabar sedih (ga lolos online assessment P&G). Suka mikir sih, apakah kepribadian w seaneh itu sehingga setiap (setiap) kali online test bahkan yang isinya kepribadian atau culture fit itu selalu nggak lolos, terutama FMCG. Mulai Danone, sekarang P&G. Jujur yang sekarang agak nge-down sih karena I really want P&G so bad karena udah ketolak UFLP. Tapi ya gimana, sekarang sedang berusaha meyakinkan diri sendiri kalau rejeki itu nggak akan tertukar dan pas sesuai takaran usaha dan doa tiap orang.

Jadi intropeksi lagi sih, sebenernya apa yang aku cari? Dari kerja di P&G sampe Unilever? Cari gaji? Atau ilmu? Atau prestise aja? Intinya, kalau niatnya nggak baik nggak dimudahkan. Simpel.
Jadi? Mungkin niatku memang nggak baik sih dari awal. Aku mungkin harus digembleng lagi.
Once you graduate, you start from the very bottom again. Post power syndrome...emang ada. Nih aku contohnya. Setelah ngerasain dua tahun kayak seakan gampang aja ikut ABC tiba-tiba lolos, ya sekarang saatnya belajar lagi. Ditolak-tolak dulu, dikejar-kejar kemudian (aamiin). Namanya roda nggak selalu di atas.

Pembelajaran utama lagi hari ini adalah:
rejeki itu datang dari arah yang nggak disangka-sangka.
I literally just knew this company named Kantar Millward Brown 2 weeks ago when volunteering for Kapten Kecil. Bos kapten kecil ini namanya Kang Iman, yang ngajak Sabe, lalu ngajak aku. Sekarang kerja di LPIK sedangkan dulu di Kantar MB ini (bahkan waktu kasi tau nama perusahaannya aku masih yang "apa brown? Qatar? --> w kira sejenis Qatar Airways gitu kan ya beb).

Eh malem Rabunya daftar.
Jumat janjian interview HR.
Selasa minggu lalu interview HR.
Rabu janjian interview Director & Manager.
Jumat interview Director & Manager.
Sabtu janjian case presentation.
Rabu hari ini case presentation.
Besok, reference check.
Lalu offering.

Dalam kurang dari 2 minggu.


Kalau Allah sudah berencana, if it's yours, never in million years will it be for anybody else.
Jadi kayaknya Kantar MB memang jalanku yang Dia persiapkan agar aku belajar. Mungkin agak melenceng dari apa yang aku harapkan atau rencanakan di awal, tapi kalau akhirnya baik pasti dimudahkan. Dan, namanya manusia pasti nggak pernah puas. Kalau ngejar angka, pasti akan cari yang lebih besar dan lebih besar lagi. Jadi emang ini waktunya banyak-banyak bersyukur biar selalu sadar kalo Tuhan itu udah baik banget sama aku.

Mungkin baiknya saat ini dinikmati saja, tanpa tanya mengapa.
Karena Tuhan pasti sudah siapkan jawabannya di saat yang tepat,
dengan cara paling indah.

Semoga yang terbaik!!

PS: jadi orang baik dan kaya itu sulit beb, perjuangannya banyak.

October 30, 2018

I Survived Another Year.

Happy birthday, me.
Welcome to 22, dear self.
(clap clap)

I'm right at the point where birthdays just feel like any other days. Not something to be celebrated, rather something to be blessed for silently (for surviving days to months to years). Alhamdulillah.

I somewhat hate birthdays, actually.
Because it reminds me that my time is somehow running out while I was busy tryna get my life into place. But on the bright side, this is the only time (beside graduation, which happens so rarely in my life) I get to receive outpouring kind wishes which reminds me of how much love I've been surrounded all this time.

So bottom line: as much as I hate birthdays, I love birthdays!
Moreover, I love the people who made any birthdays wonderful because of their beautiful words.
You are the best souls.

My dear friends, I hope I made you feel good about yourself as much as you did.
I hope you remember me making you happy.

Semoga aku teman yang baik untuk kalian juga, dan jika tidak, tolong ingatkan ya.

September 22, 2018

Kucingku Omeng.

Dari kecil aku nggak pernah dibolehin pelihara binatang sama Mama. Katanya sulit ngurusnya, mulai dari bersih-bersihnya sampe ngejagain makanannya. Kalau sama Papa, sebenernya beliau lebih fleksibel daripada Mama. Tetapi, beberapa bulan terakhir, ada seekor kucing kampung yang membuat keluargaku seakan punya peliharaan bersama. Makhluk hidup selain manusia yang kita sayangi bersama. Meskipun Mama sering marah-marah kalo dia obrak-abrik sandal di depan rumah, tapi toh Mama tetep mau aja beliin dia ikan pindang tiga hari sekali buat makanannya.

Namanya Omeng.
Omeng, kucing kampungku.

Beberapa bulan terakhir Omeng suka nunggu di depan rumah. Nunggu dikasi makan. Awalnya yang paling excited dan menyadari kebiasaan seekor kucing kampung yang tiba-tiba dateng ke rumah kalo ada maunya ini ya siapa lagi kalo bukan adekku yang dikit-dikit freak out sama hal-hal lucu, Iyak. Tapi kemudian, karena Papa dasarnya adalah anak ndeso yang bertumbuh bersama alam dan mencintai seluruh makhluk hidup, jadi Papa dan Iyak adalah garda terdepan penyambut Omeng di keluargku. Lama kelamaan... I cant help falling in love with her. Omeng is innocently beautiful.

Selayaknya kucing kampung, jangan dibandingin sama kucing persia ya. Kadang-kadang ketemu Omeng bersih dan cantik, meskipun lebih sering lihatnya kucel item kayak abis kecemplung got. Kadang-kadang agak sedih kalo ngelihat ada sedikit bekas luka tiap nunggu di depan rumah buat minta makan. Meskipun aku di Bandung, Papa dan Iyak setia banget ngasi makan Omeng tiap hari dan update di grup keluarga di WA. And if you know my family, isi foto keluarga lebih banyak foto Cemong, Molly, dan Omeng dibanding foto kita (WKWKW). Dengan jadwal Omeng yang makan 2x sehari, makin banyaklah foto-foto dia di grup ini.

Tapi, akhir-akhir ini, terutama sejak 2-3 minggu yang lalu, Papa mulai ngabarin kalau Omeng mulai belagak aneh. Iyak kan udah di Malang, jadi nggak bisa secara berkala ngecek kondisinya Omeng. Mama masih rajin beli pindang, Iyak masih sering nyetok Whiskas kali aja pindangnya abis, dan Papa masih rajin ngasi makan tiap pulang kerja. Tapi, Omeng udah nggak seceria dan se-ginak-ginuk dulu. Inget banget, jaman Ramadhan dan Lebaran lalu, Iyak suka pamer ke aku:

"Tadi aku panggil 'Omeng, ayo makan sini.' 
Terus Omeng langsung lari ke aku. Lucuuuu."

Akhir-akhir ini foto Omeng yang dikirim Papa, Omeng keliatan makin kurus. Udah nggak responsif lagi. Dan yang paling sedih.... Omeng sepertinya....sakit.

Iya, sakit.
Aduh, ngetik ini aku nggak tahan pengen nangis. Tadi sore Gatun kirimin foto Omeng yang makin kurus...dan ngelihat matanya..... Omeng-ku kenapa.....
Mata Omeng, yang dulu terkenal lolok (sejenis belo' bego gitu di bahasa Jawa), sekarang udah nggak gitu lagi. Mata Omeng sekarang suka merem, berarir, dan belekan. Omeng udah nggak bisa ngelihat, selalu nutup mata dan akibatnya setiap ada orang yang mau megang malah jadi kaget dan lari...lalu nggak jadi makan. Ngelihatnya hatiku tuh kayak teriris, beneran.... Aku nggak bisa bayangin aja betapa Omeng kesakitan dengan sakit matanya itu. Omeng kan cuma kucing kampung, mungkin banyak yang nggak suka dengan kehadiran dia di daerah perumahan. Kalo Omeng lagi sakit terus malah ditendang-tendang gimana. Mata Omeng udah nggak bisa lihat, kalo dia lari sambil merem terus ketabrak gimana... Kalo Omeng nggak bisa lihat, dia cari makannya dimana kalo nggak berhasil menemukan rumahku lagi..

Aku beneran sesedih itu, se-nggak tega itu sama Omeng..
Kalo mata kalian sakit dan nggak bisa lihat, kalian pasti bakal sedih banget kan..

Aku bayangin itu ke Omeng... Meskipun dulu aku suka ngatain Omeng lolok, tapi karena lolok-nya itu aku jadi sayang. Omeng kucing baik, kucing penurut, kucing yang cinta damai dan nggak pernah ngerebut makanan kucing lain. Aku masih nggak bisa bayangin, hidup Omeng gimana dengan mata kayak gitu dan watak nrimo-nya yang luar biasa...

Gatun tanya, apa Omeng dibawa ke Vet aja. Tapi cara bawanya gimana, Omeng disentuh dikit aja langsung kaget dan lari dan nggak tau bakal balik ke rumah lagi kapan... Tadi baca-baca singkat di google, mungkin Omeng bisa jadi kena penyakit painful eyes, atau glaukoma, atau bahkan tumor...
Aku nggak bisa bayangin ya Allah, Omeng pasti sebenernya lagi kesakitan banget sekarang....tapi sayangnya dia nggak tau gimana cara minta bantuannya. Ya Allah, aku juga nggak tau harus gimana buat bantu Omeng, paling nggak buat meringankan rasa sakitnya Omeng saat ini...

Ya Allah...
Omeng kucing baik, omeng binatang kesayangan Rasulullah.. Tolong ringankan sakitnya, berikan pertolongan setiap dia lapar dan kesakitan, lindungi ya Allah.
Kalau memang Omeng memang sudah tua sudah waktunya dipanggil, tolong jangan dikasi penyakit yang membuatnya kurus atau kesakitan terlalu lama karena aku nggak sanggup liatnya... Tolong beri ia cara pergi yang damai dan indah, selayaknya Omeng yang keluargaku kenal selama ini...
Semoga Omeng cepat dikasi sehat.. dan kalaupun tidak... semoga Omeng bisa jadi pengawal keluargaku di surga nanti dengan keadaan gembul dan lucu, seperti Omeng saat pertama kali dateng ke rumah sambil lari kecil dan mata loloknya.

Semoga.
I love you, Omeng. Bibit sayang Omeng.

September 6, 2018

Berkat.

Beberapa hari terakhir, tiap mau tidur selalu ada yang mengganjal. You know, this pre-quarter life crisis I guess? Atau kalo kata Dadar, ada sedikit FOMO (Fear of Missing Out)-nya. Rasanya senang dan sedih melihat teman-teman sudah mulai meninggalkan Bandung cepat atau lambat untuk bekerja atau mengejar mimpi masing-masing.

Setiap aku iri... (well sometimes we do, gamau munafik) aku selalu berusaha mengalihkan pikiranku kalau-kalau sebenernya aku aja yang kurang bersyukur. Dan kalimat mantra-ku cuma satu:

Semoga aku tetap menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku.

Alhamdulillah, kalimatnya masih sangat powerful untukku.
Yah tiap orang memang punya zona waktu masing-masing. Bukan aku yang gagal kok, mungkin emang belum waktuku aja. Yang penting aku bisa menjadi berkat, sesedikit apapun yang bisa aku kasi.

Huf, semoga selalu dikasi kesehatan untuk menyebarkan lebih banyak berkat dan manfaat.

(Aku takut keburu dijemput tapi manfaatku untuk sekitarku nggak ada... huhu)