March 30, 2020
March 25, 2020
Procrastinating Part Kesekian.
Harusnya aku sekarang tuh bikin presentasi GT Medan mumpung seharian libur and also the need to ngirim pre-read dulu sebelum real presentation.
Sejujurnya udah rela bgt rela sama apapun presentasinya aka AKU UDAH GAMAU MENGULIK2 MASA-MASA DI MEDAN YG KELAM (sumpah pas ke Bali denger "Kuala Namu" itu rasanya agak pusing dan mual -that's how you know you fucked up) tapi....aku tuh yakin aku masih belum bisa full speed bgt di marketing karena GT ini masih "nggandol" gitu lho.
Kayak presentasi ini adalah MILESTONE bagiku untuk menutup chapter Medan dan memulai hal baru di Pepsodent dengan pelangi dan glitter di imajinasiku. Ok lebay tapi intinya gitu.
MASALAHNYAAAAAA:
DARI TADI AKU TUH PROCRASTINATING.
Dari jam 2, eh bablas rebahan sambil main HP.
Oke jam 4, aduh pengen yutupan.
Oke jam 5, aduh yutup masi seru bats.
Oke jam 7 deh fix, besok preread kudu dikirim.
TP SKRG JAM 8 DAN MALAH END UP NULIS BLOG DAN KEPOIN BLOG ORANG.
Ngerti nggak si rasanya sebel sama cinta sama diri sendiri at the same time? Ya kayak gini rasanya saudara-saudara, pas libur bisa self-love tapi realizing kalo sbenernya kita procrastinating alias menghindari feeling yg kita gasuka.
HHHHH intinya curhatku itu. Ditambah aku stress soalnya udah hampir 2 minggu di rumah WFH doang aku pengen bersosialisasiiiiiiii ya Tuhan. Terakhir ngeblog Corona belum di Indonesia dan masih di SG, oke sekarang by 25 Maret confirmed case udah 790 pemirsa. Bingung nggak si sama keadaan ini ya ampuuuuuun. Untung aku melarikan diri ke Cibubur daripada di kosan rasanya kayak di Medan huffff tapi agak nyesel kenapa gak sekalian pulang kampung aja dari awal soalnya KATANYA WFH SAMPE 29 MEI COY.
Ya gitudeh aku agak bingung dengan yg terjadi di dalam diriku & pikiranku dan yg ada di depan mataku. God bless Indonesia and God bless me, amin.
Sejujurnya udah rela bgt rela sama apapun presentasinya aka AKU UDAH GAMAU MENGULIK2 MASA-MASA DI MEDAN YG KELAM (sumpah pas ke Bali denger "Kuala Namu" itu rasanya agak pusing dan mual -that's how you know you fucked up) tapi....aku tuh yakin aku masih belum bisa full speed bgt di marketing karena GT ini masih "nggandol" gitu lho.
Kayak presentasi ini adalah MILESTONE bagiku untuk menutup chapter Medan dan memulai hal baru di Pepsodent dengan pelangi dan glitter di imajinasiku. Ok lebay tapi intinya gitu.
MASALAHNYAAAAAA:
DARI TADI AKU TUH PROCRASTINATING.
Dari jam 2, eh bablas rebahan sambil main HP.
Oke jam 4, aduh pengen yutupan.
Oke jam 5, aduh yutup masi seru bats.
Oke jam 7 deh fix, besok preread kudu dikirim.
TP SKRG JAM 8 DAN MALAH END UP NULIS BLOG DAN KEPOIN BLOG ORANG.
Ngerti nggak si rasanya sebel sama cinta sama diri sendiri at the same time? Ya kayak gini rasanya saudara-saudara, pas libur bisa self-love tapi realizing kalo sbenernya kita procrastinating alias menghindari feeling yg kita gasuka.
HHHHH intinya curhatku itu. Ditambah aku stress soalnya udah hampir 2 minggu di rumah WFH doang aku pengen bersosialisasiiiiiiii ya Tuhan. Terakhir ngeblog Corona belum di Indonesia dan masih di SG, oke sekarang by 25 Maret confirmed case udah 790 pemirsa. Bingung nggak si sama keadaan ini ya ampuuuuuun. Untung aku melarikan diri ke Cibubur daripada di kosan rasanya kayak di Medan huffff tapi agak nyesel kenapa gak sekalian pulang kampung aja dari awal soalnya KATANYA WFH SAMPE 29 MEI COY.
Ya gitudeh aku agak bingung dengan yg terjadi di dalam diriku & pikiranku dan yg ada di depan mataku. God bless Indonesia and God bless me, amin.
January 29, 2020
Quick Check on Life.
Hi it's me again.
Resonating the title, just wanted to give you (and by you I mean my future self who will read this ridiculously) some updates on how life in Medan as the so-called UFLP (amen) has been treating this far:
Resonating the title, just wanted to give you (and by you I mean my future self who will read this ridiculously) some updates on how life in Medan as the so-called UFLP (amen) has been treating this far:
- I am on my 2nd last week in Medan: how both fast and slow life's been.
- Oh I just had my last bookmonth presentation: yes I've been in 4 most nerve-wrecking meeting my whole life and I come out alive.
- Did I mention it was a total flop? Well, to confirm: yes it was.
- And the fact that I just lost my phone (and all the data) last Friday: just another day of clumsy Bethari.
- I am about to go to Singapore this weekend: escape much, eh? nah gotta tell nobody :)
- And there's this coronavirus outbreak happening in the world: and 4 is infected already in Singapore. wish me luck!
Now the silver linings:
- My new phone will be coming tomorrow.
- I am going back to Java in less than 2 weeks.
- Gotta leave Medan with grateful heart because of the good people I met here (talking about the salesman & them peeps) and experience.
- Jogja with PCMI Jatim at 15.
- Baliiiiiiii with GtMenangishhhhh.
- HOME. HOME. HOME. How I miss my home and mom and dad and sisters.
- Meeting familiar places.
Now that I didn't get to have any traces left of my journey in Medan... may this post remind me of somehow my utter chaos happening here (in my mind and my surrounding).
May your week be good and your mental state be happy.
December 8, 2019
4 Kosan Kemudian.
AKU TUH CINTA BANGET SPOTIFY.
Terlepas apakah musik haram atau tidak.... aku gak mau munafik kalo musik sangat berpengaruh dalam hidupku. Music help me heal. It helps me deal with my own chaotic mind. Spotify is the cure I never knew I needed. Tau gak caraku menikmati musik sejak SMA-tahun kedua kuliah? Lihat Billboard & baca-baca artikel Grammy, buka YouTube, dengerin satu-satu, kalau suka maka aku akan cari videonya dan download video YouTube as MP3 pake online video downloader! Such effort! Tapi dengan adanya Spotify, dirty works kayak gitu udah bener-bener nggak ada lagi. Bisa bikin playlist, dengerin artis dari negara manapun, algoritmanya sesuai banget sama selera... JADI INTINYA PENGEN SEMBAH YG BIKIN SPOTIFY.
Hehe.
Tiap tahun Spotify juga rilis Wrapped gini, dan ternyata kita sudah bersama sejak 2016. Sejak itu nggak bisa bayangin hidup tanpa Spotify.
Malam ini aku memutuskan untuk dengerin Top Songs 2018.
Terus tiba-tiba mellow....
Lagu pertamanya adalah You and I dari Jon McLaughlin.
Masih inget banget kenapa lagu ini bisa jadi Top Songs, karena sempat beberapa hari ngulang lagu ini saking manis dan indahnya. Pas itu bahkan aplikasi Spotify aku lagi down terus aku belain streaming lewat web. Segitu cintanya aku sama Spotify. Tapi yang bikin mellow adalah:

Lagu itu aku dengerin sekitar bulan Agustus 2018, jaman-jaman ngerjain TA, di kosan Cisitu Baru. Lalu aku scrolling lagi dan menemukan lagu Million Dreams dari soundtrack The Greates Showman. Setelah aku ingat-ingat, film itu dirilis Januari 2018, dan aku nonstop dengerin playlist soundtrack itu selama 2 minggu.
JANUARI 2018.
Itu udah hampir 2 tahun lalu. Waktu itu aku masih tinggal di kosan Eyang. Lalu fast forward sekarang, aku di kosan KEDUA di Medan. Ketika aku dengerin lagu Million Dreams lagi, THE FEELS. Aku sudah mendengarkan lagu ini sejak kosan Eyang, lanjut kosan Cisitu Baru, lanjut kosan Jakarta, lanjut kosan pertama di Medan, dan sekarang udah kosan kedua di Medan.
Life...is...moving....before we've ever got the time to realize it.
Be present :)
Terlepas apakah musik haram atau tidak.... aku gak mau munafik kalo musik sangat berpengaruh dalam hidupku. Music help me heal. It helps me deal with my own chaotic mind. Spotify is the cure I never knew I needed. Tau gak caraku menikmati musik sejak SMA-tahun kedua kuliah? Lihat Billboard & baca-baca artikel Grammy, buka YouTube, dengerin satu-satu, kalau suka maka aku akan cari videonya dan download video YouTube as MP3 pake online video downloader! Such effort! Tapi dengan adanya Spotify, dirty works kayak gitu udah bener-bener nggak ada lagi. Bisa bikin playlist, dengerin artis dari negara manapun, algoritmanya sesuai banget sama selera... JADI INTINYA PENGEN SEMBAH YG BIKIN SPOTIFY.
Hehe.
Tiap tahun Spotify juga rilis Wrapped gini, dan ternyata kita sudah bersama sejak 2016. Sejak itu nggak bisa bayangin hidup tanpa Spotify.
Malam ini aku memutuskan untuk dengerin Top Songs 2018.
Terus tiba-tiba mellow....
Lagu pertamanya adalah You and I dari Jon McLaughlin.
Masih inget banget kenapa lagu ini bisa jadi Top Songs, karena sempat beberapa hari ngulang lagu ini saking manis dan indahnya. Pas itu bahkan aplikasi Spotify aku lagi down terus aku belain streaming lewat web. Segitu cintanya aku sama Spotify. Tapi yang bikin mellow adalah:
Lagu itu aku dengerin sekitar bulan Agustus 2018, jaman-jaman ngerjain TA, di kosan Cisitu Baru. Lalu aku scrolling lagi dan menemukan lagu Million Dreams dari soundtrack The Greates Showman. Setelah aku ingat-ingat, film itu dirilis Januari 2018, dan aku nonstop dengerin playlist soundtrack itu selama 2 minggu.
JANUARI 2018.
Itu udah hampir 2 tahun lalu. Waktu itu aku masih tinggal di kosan Eyang. Lalu fast forward sekarang, aku di kosan KEDUA di Medan. Ketika aku dengerin lagu Million Dreams lagi, THE FEELS. Aku sudah mendengarkan lagu ini sejak kosan Eyang, lanjut kosan Cisitu Baru, lanjut kosan Jakarta, lanjut kosan pertama di Medan, dan sekarang udah kosan kedua di Medan.
Life...is...moving....before we've ever got the time to realize it.
Be present :)
Subscribe to:
Posts (Atom)