September 6, 2021
September 1, 2021
Weird Time to Live.
Today really is a weird time to live.
I've been saying this for a couple times now. On my caption, on my friend's birthday celebratory post, on my brain; the conclusion to all my wandering thoughts. Today really is a weird time to live.
Menutup Agustus dan menyambut September dengan sendu akibat banyaknya pikiran yang mengembara kemana-mana. Kemarin aku senang sekali setelah mendaki Gunung Slamet. Menyadari bahwa aku sudah menaklukkan Atap Jawa Tengah (Slamet), Jawa Timur (Semeru), dan Nusa Tenggara (Rinjani). Merayakan keberhasilan kecil dan besar melawan rasa capek dan ego yang ingin selalu divalidasi bahwa aku cewek kuat. Hari ini rasanya campur jadi satu. Kecewa karena aku masih belum menemukan spark, curiosity, dan flow untuk melakukan yang terbaik di kerjaan. Marah karena ter-trigger Mama & Papa sore ini (seriously just by looking at them I wanna scream - man, but at the same time I wanna hug them before it's too late.....). Sedih karena sisa 11 hari aku menikmati Surabaya, Jember, dekat dengan keluarga, dan (sedikit) berhura-hura menghabiskan uang karena setelah ini WFO, ngekos, dan harus hemat lagi. Tapi at the same time juga cukup senang. Bahwa aku akan punya banyak waktu sendiri lagi. Mencoba berteman dengan diriku sendiri dan pikiran-pikiranku yang liar, menantang diri sendiri dari ketakutan Medan. Untuk fokus lagi ke hal-hal yang sedang aku perjuangkan (seperti: belajar GRE untuk S2 - yes I'm officially on it now) dan untuk berani ambil sesi terapi psikologis karena kalau ambil di rumah I really have no privacy -- aku takut gabisa menahan emosi dan nangis-nangis sesenggukan abis sesi. To finally connect with my Jakarta friends, visit Bandung on WFH days, and the possibility of finally meeting 'my person'. I don't care if at this point I sound so desperate. Well tbh, some days I feel so empowered to live today as a single person, the other day I crave for intimacy too bad. In the end I just need to be understood - a shoulder and a rub at the back. Is this too much to ask?
Today really is a weird time to live.
I wish to live long enough to find the answer to so many questions in my head, secretly wishing to just die today and vanish right away. Like I never existed.
August 22, 2021
August 8, 2021
3. Kinds of Person that Attracts Me.
Kembali di series ini yang dibuat tepat hampir setahun yg lalu (Agustus 2020) dan baru terjawab 2 pertanyaan di tahun 2020 (terakhir pas tahun baru) dan belum terjawab sama sekali di 2021. HAHAHA. But at least I write more this year than last year #celebratesmallwins!
So.... a very intriguing question. Pertanyaan yang menarik untuk dijawab. If I could have clarifying questions sebenarnya ingin bertanya, konteks apa yang dipake? Dalam hal hubungan percintaan atau pertemanan. Because some might have different variables that weigh differently in each context. Tapi yaudalah gausa serius2 amat.
- I like people who are smart. Hmm.. mungkin lebih tepatnya witty. I'm afraid of people being too smart they're dancing around the clouds not being able to go back to the ground (if this makes sense haha). Tapi benar, aku suka orang yang pintar. Not necessarily academically, I just like people with broad knowledge. With whom I can have my questions answered with acceptable reasons (according to me). Because I'm gonna ask LOTSSS of questions. My mind always wanders you know. And I. ALWAYS. Have. Something. To Say. So it's always nice to have someone to discuss (or debate) over something with. Dan menurutku ini critical, terutama dalam hal percintaan. Makin tua, physical attractiveness kita kan pasti bakal menurun ya maka yang bisa diandalkan adalah yang tidak terlihat, baik di hati maupun di otak. Dan lagi, apasihhh yg bisa dilakukan oleh dua manusia yang sudah keriput dan beruban kalau nggak NGOBROL. Nah TAPIIII, aku revisi jadi witty karena I like knowledge with a hint of humor. Wittiness itu terkadang adalah sesuatu yang terkesan mudah dilakukan tapi ternyata sulit. Witty people (in my opinion) will likely to position themselves better in any given situation, alias bisa menempatkan diri. So yes, pintar, tapi harus witty dan bisa menempatkan diri. Maaf calon suami kriterianya agak sulit 🙏
- I like people with whom I can be crazy with. Because chances are.... I will be crazy every damn time. Lebih ke... aku berharap semoga level kegilaan kita pada frekuensi yang sama sih, jadi nyambung kalo mau diajak gila juga. Berlaku untuk hubungan percintaan dan pertemanan. All of my closest friends are the crazy ones and they accept me with all my crazy thoughts (and for that I'm grateful ya Allah). And humorous people are the best. Hidup udah susah kayanya butuh orang yang bisa loose the stress a bit ya.
- I like people who knows what they're doing with their life. MESKIPUN, I know myself enough to say that most people on earth (termasuk aku) are just as clueless as ever. We're just trying our best anyway, whatever best means. BUT, it's always nice to have an anchor of where you wanna go so you can play with the wind and adjust the ship. Aku suka banget orang yang punya visi (dan mimpi) dalam hidupnya. Meskipun sekarangpun aku sadar bahwa terlalu utopis untuk percaya bahwa dengan bermimpi maka semuanya akan menjadi nyata (it's good if it does happen), tapi punya visi dan mimpi itu keeps us going. Dan itu yang penting. I really can't have someone around me yang kerjaannya bener-bener cuma mengeluh, menyalahkan keadaan, mengingat-ngingat masa lalu, dan mengutuk masa kini. Even kalo orang tua sendiri kaya begini aja aku marahin. BECAUSE I REALLY CAN'T STAND PEOPLE PLAYING VICTIM HHHHHH. I like people who have visions and willing to go extra miles to reach that. I like people with ultimate control over their life and have the why of every decision. Super sexy.
- I like people who stands for something. I know that different person cares for different cause. One issue might be a big deal for me and not for others, vice versa. Mine happens to be inequality, especially on education & gender. Aku senang orang yang paham akan perannya di masyarakat dan melakukan (sekecil apapun) yang bisa dia lakukan untuk bikin dunia sedikit lebih baik. Cause-nya nggak harus sama kayak yang aku junjung, I just like people who believe in something greater than their life. Don't you think it's great to share your worries together?
- I like people who walks the talks! Strong principles with high integrity. I know people evolve. Views might change. And that's okay too so long as they humbly admit (this is part of integrity tho). Alias gabisa banget sama orang yang mencla-mencle karena super draining ngeladeninnya.
