Pages

December 1, 2012

Re-think!



Consider this: do you think we really live in a big world?

Since last night, it’s a no from me.

This world is only a small circle, and it’s only a special bond which connects us. The bond that enables us to complete each other.

November 30, 2012

Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk.



Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untukMu.

Tuhan, kami sangat sibuk. Jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajibanMu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami. Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyamul baith, jangankan puasa Nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.

Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadiMu. Jangankan sedekah, jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.

Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadapMu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin denganMu.

Tuhan, tolong, jangan Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami. Karena kami masih terlalu sibuk.


Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk


reblogged from here :)

November 29, 2012

Kenangan di Bis Kota.



Hari ini Ulangan Akhir Semester sudah dimulai di Smala. Besok libur, aku memutuskan untuk nggak pulang cepet. Setelah rapat SDC dan omong-omongan nggak resmi tentang Nouveau, aku pulang naik bemo lanjut bis.

Wahai kau burung dalam sangkar
Sungguh nasibmu malang benar
Tak seorangpun ambil tahu
Duka dan lara dihatimu

Wahai kau burung dalam sangkar
Dapatkah kau menahan siksa
Dari kekejaman dunia
Yang tak tahu menimbang rasa

Batinmu nangis hati patah
Riwayat tertulis penuh dengan
Tetesan air mata

Sungguh ini satu ujian
Tetapi hendaklah kau bersabar
Jujurlah kepada Tuhan

Tiba-tiba ada dua pengamen. Nyanyi lagu ini. Dan aku langsung teringat sesuatu –sesorang.

Pak Benny.

Aku senyum, dan meskipun suara sang pengamen nggak semenyentuh liriknya, aku ambil satu koin seribuan di dompet. Datanglah si pengamen dan aku masukkan koin tadi ke bungkus bekas Molto bawaannya.

Wahai kau burung dalam sangkar
Dapatkah kau menahan siksa
Dari kekejaman dunia
Yang tak tahu menimbang rasa

Ya, untuk membantu pengamen.

Tapi bukan itu yang penting –ini untuk mengenang Pak Benny.

Walaupun mungkin Pak Benny nggak inget aku, tapi aku –kami –akan selalu inget bapak.

Seorang guru yang menunjukkan wibawanya dengan cara yang berbeda, yang hingga akhir hayat mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannnya (bahkan melewati batas pensiun) untuk mengajar seni musik di SMPN 1 Surabaya.

Batinmu nangis hati patah
Riwayat tertulis penuh dengan
Tetesan air mata

Terima Kasih, Pak Benny, kami semua sayang bapak :)

Pengamen di bis tadi 






Come Join Us!

Nouveau 2k12 is now BACK!


 What are ya waitin' for?
Grab the tickets fast!

and
 
Come join the madness!

November 25, 2012

Sebuah Penutup.

Aku belajar ikhlas,
dan kamu,
tersenyumlah.

Karena Tuhan sayang kita.
Dan Ia mau kita dewasa.



Many beautiful poems here ♥