Pages

July 12, 2013

Bismillah, Senyum Semangat!

Every struggle will never be easy.

I light up my spirit for this year’s event. And knowing that 2013 is gonna be my first and last experience of having PERISAI in the list of mine, really means something. That I only have this short period of time, to contribute for Smala’s next generation.

Began on April, this month, July, is the third month of fight and sacrifice.

Fight. Yes, fight against myself. Everytime the going-home-bell rings, I fought against my self to running as fast as I could to the mosque (and pray since the practice will be held 45 mins after the bell) instead of texting my dad to pick me up. I chose to sleep late at night to finish my homework instead of missing one practice to finish it earlier. I chose to spend my time doing the tasks of PERISAI instead of spending it for surfing on the internet. And here I am, with 91 other great people and the BPH-BPI ones who keep standing tall, welcoming the freshmen.

Sacrifice. Yes, the sacrifice of everything. I let my self being tired of having the material for PERISAI instead of having ones after window-shopping. I missed my family gathering instead of not attending one practice. I chose to go to school almost everyday at 6 o’clock instead of sleeping till noon. And here I am, with 91 other great people and the BPH-BPI ones who keep our spirits on fire, just to make sure that everything’s gonna be good.

And I don’t regret every single step I’ve taken.

I knew this is gonna be hard. Sometimes I let my mind consider the chance of giving up and leaving. It wasn’t until last week’s practice I knew that I only wanted to have a revenge. Then I realized I was totally wrong. This journey is aimed for the tough ones. For them who have succeeded fighting themselves after all the hard times, and who have sacrificed themselves for better generation.

I've learned many lessons. Hardwork, coordination, spirits, and many others. I dont care about these ‘tan lines’ or this holiday-without-holy-day thing. But one, I am ready for making history and creating better generation. Oh, sorry, WE’RE READY! In the name of Allah, we’ll prove it TOMORROW!


PERISAI 2013, SMALA!

Bismillahirrohmanirrohim.

July 10, 2013

The Power Of.... Internet.

No intention to offend again or whatever you call it
But this is the reality of how big the impact of internet is
Especially social media

It makes problems
It exaggerates them
It heals them itself
And makes them disappear, gradually...
Like nothing ever happened







Just remember, there is no cure for broken heart.
So it remains.

Still, no intention to offend again ;) peace!

June 26, 2013

Mie Ayam Terenak di Dunia!

Dulu, sebelum pindah ke rumah asli di Sidoarjo ini, aku kan tinggal di rumah bude-ku di Margorejo. Pada tau nggak? Pas banget di depannya Maspion Square alias Giant. Jadi kalo butuh apa-apa, tinggal nyebrang. Dan kalo laper tengah malem dan gak ada makanan di rumah, enak deh tinggal nyebrang juga beli AW atau warung pinggir jalan yang enak-enak dan macem-macem. Ada penyetan, bakso, tahu tek, nasgor, banyak deh.

Nah, di depan Giant itu juga ada mie ayam uenaaaaaaaakkkkk pol. Suwumpah uwenak pek kalian harus cobak. Semua mie ayam kalah sama mie ayam ini. Nama warungnya Mie Ayam Pak No. Dulu sebelum pindah aku sering beli mie ayam di situ. Jaman baheula dulu harga semangkok masih 2500-an, terus naik-naik sampe sekarang harganya udah 5000. Dan tetep enak, bisa nambah ceker (+2000) dan bapak/ibuk penjualnya juga ramah dan baik hati.

Kebetulan tadi aku pulang dari sekolah belum makan siang dan laper ada sinyal kalo di rumah bakal gak ada makanan. Akhirnya aku mampir deh di Mie Ayam Pak No ini. Sudah lama banget nggak makan di sini. Dan aku seneng banget bisa makan sini lagi wihiiii. Aku pesen mie ayam ceker sama es teh sama krupuk 2 plastik total cuma 10000 lho, murah kaaan. Nah terus pas pulang, pas abis bayar, tiba-tiba ibuk penjualnya nanya gini..

"mbak pulang ke mana? ke rumah nenek?"
"oh, iya, buk."
"oalah, yg disana? jauh mbak" (sambil tangannya nunjuk)
"yang di sidoarjo buk. hehe iya."
"yasudah, ati-ati ya mbak."

Waaaah aku langsung terharu peeek.
Ternyata ibuknya masih inget sama aku dan mengikuti perkembangan-ku pek!!!

Semoga laris terus yah, pakbuk, mie ayam super-nya :)

June 24, 2013

Aku, Terlalu Cinta.

MP : Selamat datang di pos cinta almamater, dek. Kamu tau artinya cinta?
B : Siap. Tau, Mbak!
MP : Apa artinya?
B : Siap. Rasa suka pada sesuatu, Mbak!
MP : Kalau artinya almamater?
B : Siap. Orang-orang yang baru lulus dari sebuah institusi pendidikan atau semacamnya, Mbak!
MP : Berarti artinya cinta almamater?
B : Siap. Rasa suka atau cinta para alumni atau lulusan sebuah institusi mbak.
MP : Gini ya, dek. Mbak luruskan lagi. Almamater adalah tempat kita menuntut ilmu. Jadi dapat disimpulkan kalau cinta almamater adalah rasa cinta kita pada sekolah kita.
B : Oh, siap. Iya, Mbak!
MP : Menurutmu rasa cinta almamater itu bisa diwujudkan dalam hal apa saja, dek?
B : Siap. Banyak, Mbak! Contohnya ya berprestasi di bidang yang kita kuasai sehingga bisa mengharumkan nama Smala.
MP : Oh, gitu. Kalau sekarang kamu saya minta cium tembok Smala mau?
B : Siap. Mau, Mbak!
MP : Lho, kenapa kok mau? Itu salah satu bentuk cinta almamater-mu?
B : Siap. Iya, Mbak!
MP : Sekarang mbak tanya. Itu ada manfaatnya atau tidak mencium tembok Smala?
B : Siap. Tidak, Mbak!
MP : Terus kenapa kamu mau disuruh cium tembok Smala?
B : Hmm...... Nggak ..... Tau........ Mbak.
MP : Mbak luruskan lagi. Cinta almamater itu bisa diwujudkan di banyak cara, tapi kalau tidak bermanfaat ya jangan dilakukan. Paham? Proaktif-nya dipakai, dek!
B : Siap. Iya, Mbak!
MP : Ya sudah, lanjutkan.


Honestly, I've loved Smala more than I thought I would be.
And realizing there is only less than a year to experience really .... hurts.

Yes, I'm afraid of losing.


PS : MP = Mbak Perisai, B = Aku.







(PRA-PERISAI, 7 Juli 2011)

June 22, 2013

Belum Siap Sumpah!

Halo-halo, saya lagi nggak tau harus merasakan apa lho sekarang...
Maaf ya kalo random, tapi sepertinyaaaa semua yang senasib sama saya juga begini.
Oke-oke gausa pake saya-saya an ya, apake aku-aku an aja.

Jadi, kemarin, 21 Juni 2013, habis ada penerimaan rapot. Aku naik ke kelas XII sekarang. Kelas XII. Iya, XII. WHAAAAAT? KELAS XII?! Ya Allah, sumpah nggak siap. Oke, BELUM siap. Kenapa kelas XI kok cepat sekalii? Ralat, kenapa SMA cepaaaat sekali? Kenapa sudah tahun 2013? Kayanya baru kemarin tahun 2011 dan lulus SMP. Kenapa? Oh oh kenapaaaa?

Aku nggak nggak siap kelas XII, Ya Allah. Nggak siap unas, snmptn, sbmptn, semua tes-tes itu. Aku nggak siap berjuang keras. Aku masih pengen main-main. Tapi nggak adil juga sih, aku sudah sering main-main. Tapi beneran kenapa semua ini cepet banget ya? Nggak kerasa kelas XI sudah lewat. Kayanya baru kemarin ikut PERISAI, baru kemarin liat demo SS, baru kemarin ikut wawancara Rendezvous 2k12 (kepanitiaan pertama yang tak ikutin), baru kemarin SDC nggak lolos best three, baru kemarin semua-muanya. Eh sekarang kok sudah kelas XII. Sudah keterima panitia PERISAI, sudah mikirin demo SS buat taun akademik baru, udah jadi SC Acara Rendezvous 2k14 alias kepanitiaan terakhir, udah ngerasain jadi champion dbl masio nggak ikut nari, sudah semua-muanya.

Aku sama sekali belum siap. Sumpah. Ngelihat mbak mas yang sepertinya berjuang keras sekali untuk masuk PTN kok menohok sekali, mengingatkan kalo nanti aku juga bakal kayak gitu, dan sekarang aku memang AKAN merasakannya sesegera mungkin. Apalagi temen-temen pada mikir keterima snmptn undangan ga ya? Jadi ikut kepikiran nilai. Kayak rollercoaster, terjun payung tapi balon terbang jugak. Keterima univ. yang tak pengenin nggak ya? Duh kan, bikin dagdigdug juga. Tapi liat mbak mas yang sudah lega setelah unas, liburan bareng seneng-seneng sekelas, juga ikut seneng. Akhirnya nggak seberapa stres lagi mbak mas nya. Tapi abis itu tertohok lagi denger mbak mas nya 'duh keterima undangan nggak ya, doian poo beth biar keterima undangan'. Terus bahagia lagi liat mbak mas ngucapin syukur setelah dapet pengumuman undangan 'alhamdulillah keterima fakultas ....... universitas .......' dan berharap semoga tahun depan aku jadi salah-satu dari mereka. Tapi sedih juga, mbak mas nya ada yang nggak keterima dan harus ikut sbmptn dan tiba-tiba takut tahun depan harus ikut sbmptn juga..

Aku belum siap, Ya Allah. Belum tahan mental untuk itu semua. Belajar unas, belajar ningkatin nilai rapot untuk dapet snmptn undangan, belum siap mental kalo-kalo ternyata harus ikut sbmptn. Dan setaun itu nggak lama. Jadi intinya aku belum siap untuk segala hal tersebut di atas yang mau nggak mau akan dilangsungkan kurang dari setaun dari sekarang. Itu masih masalah nilai, kuliah, sekolah, tes, unas, all those stuffs.

Aku juga masih belum siap untuk kelas XII, terus nanti kuliah, meninggalkan teman-temanku. Aku masih sangat sayang Mamuy Jenun Cumpi (walaupun dia lulus taun ini, tapi masih FK UA, masih deket lah) dan belum siap berpisah. Masih cinta sekali dengan Mozaix, temen yang selalu ada saat susah dan senang, temen curhatan sampe nangis dan nonton dan ketawa dan semua-muanya bareng yang keren bangetttt. Masih suayang dan cuinta banget sama SDC, yang nggak tergantikan sama sekali dengan SS lain. Masih pingin ikut kepanitiaan ABCD....Z yang kayanya otakku sudah terdoktrin untuk raming A hari Senin, raming B hari Rabu, jangan lupa pleno hari Jumat, eh besok ada rapat pembina! dan semua itu :') Masih belum siap meninggalkan Smala dan semua keajaiban di dalemnya 'alhamdulillahirobilalamin, bismillahirrohmanirrohim, smala dance crew, dance! atau tumpak tung six, tumpak tung six, tumpak tung six six six!' 'semangat, ya!' 'eh ada oprec ..... kamu ikut nggak?', aku belum siap meninggalkan semua kesenangan duniawi (wakakak) ini.

Huf huf, tapi selalu ada perjuangan untuk cita-cita (padahal belum tau nih mau jadi apa).
Tapi sekali lagi, AKU BELUM SIAP.
Tapi tolong Ya Allah, selama liburan yang lumayan lama ini berilah kesiapan mental sedikit demi sedikit.
SADARKAN hamba bahwa semua ini semakin dekat. Cepat atau lambat semua akan terjadi.
Beri yang terbaik dalam setiap langkah hamba, teman-teman hamba SMALANE 2014, dan mbak mas SMALANE 2013 dalam mencapai cita-cita.

Bismillah aja deh. Ridho-i ya, Ya Allah :)