Pages

November 2, 2012

Karena Aku Pengecut.



Apakah semua orang tampak lebih muda ketika tidur? Karena saat ini dia bisa jadi anak lelaki yang berpapasan denganku di hutan beberapa tahun lalu, anak lelaki yang menuduhku mencuri dari perangkapnya. Kami pasangan yang sempurna-anak yatim, ketakutan, tapi sama-sama bertekad kuat untuk menjaga keluarga kami tetap hidup. Kami sama-sama putus asa, tapi tak pernah lagi merasa sendirian setelah hari itu, karena kami telah menemukan satu sama lain. Kupikirkan lagi ratusan momen kebersamaan kami di hutan, memancing di sore hari yang malas, hari ketika aku mengajarinya berenang, waktu ketika kakiku terkilir dan dia membopongku pulang. Saling bergantung, saling menjaga, memaksa satu sama lain untuk berani.
Untuk pertama kalinya, aku membalikkan posisi kami dalam benakku. Kubayangkan aku melihat Gale mengajukan diri menggantikan Rory pada hari pemilihan, dan dia harus direnggut pergi dari hidupku secara paksa, menjadi kekasih seorang gadis yang tak kukenal agar bisa bertahan hidup, lalu pulang ke distrik bersamanya. Tinggal bertetangga dengannya. Berjanji untuk menikahinya.
Kebencian yang kurasakan untuknya, untuk gadis hantu itu, untuk segalanya, terasa sangat nyata dan langsung membuat tenggorokanku tersekat. Gale milikku. Aku miliknya. Gagasan lain di luar itu sama sekali tak masuk akal. Kenapa aku harus melihatnya dicambuk hingga nyaris tewas agar bisa melihat semua ini?
Karena aku egois. Aku pengecut. Aku adalah tipe gadis yang ketika dibutuhkan malah bakalan lari menyelamatkan diri dan meninggalkan semua orang yang tidak bisa mengikutinya untuk menderita dan mati. Inilah gadis yang ditemui Gale di hutan hari ini.


Suzanne Collins
Catching Fire

November 1, 2012

Kebahagiaan Itu Sederhana.

Banyak orang lari, kesana kemari. Katanya? Cari kebahagiaan. Yah, mungkin pandangan kita memang berbeda. Tapi menurutku, kebahagiaan itu tidak dicari, tapi diciptakan.
Diciptakan? Iya. Dan menciptakan kebahagiaan tidak sesusah yang kita pikirkan. Secara tidak langsung, persepsi kitalah yang menentukan kebahagiaan itu sendiri. Kitalah yang memilih untuk bahagia atau tidak. Bukan keadaan.
Ketika kita merasa kurang dalam banyak hal, mungkin banyak yang menganggap kita tidak akan bahagia. Tapi bukankah kita memiliki pilihan lain –pilihan untuk merasa bahagia? Pilihan untuk merasa cukup? Pilihan untuk mensyukuri apa yang sudah diberi? Pilihan untuk tidak selalu terfokus pada apa yang belum kita dapatkan?
Mungkin ini cuma sebuah tulisan. Tulisan dari seorang aku yang bahkan masih termasuk dalam orang yang ‘mencari’, bukan ‘menciptakan’. Tapi sejak hari ini, aku tau. Sekecil apapun hal itu, hal itu adalah kebahagiaan. Dalam perang sekalipun. Karena masih ada kebahagiaan –bahwa setidaknya kita masih bisa merasakan kehidupan –di medan pertarungan. Dan sepenuhnya adalah pilihan kita. Untuk merasa bahagiakah, atau memilih untuk merasa kurang dan mengeluh. Sesederhana itu..

October 30, 2012

superBIG thanks ♥

Was so shocked (and happy) after knowing this :)


Maybe it's just me and my ndeso-ness, but I just really don't know. How they did it? Because of my google+ account? Ughh do not care, one thing: THANK YOU GOOGLE FOR THIS DOODLE!

And much thanks to mozaix, cumpi, jenun, mamuy, sabrina, daru, muna, firani, qonita, nisrina, rana, mira, nindya, burhan, ojan, bidong, tika, sinta, mbak dinda, mbak amel, rizky, mbak zahro, mas isma, mas tatak, suci, mbak danisa, vica, and everyone who have wished me all the best today! Sorry I can't mention one by one <3 let this post be my thanks to all of you ♥

Cheers :)
P.S. : Praying for me to be a genius in physics is A NEED! BIG PLEASE!

October 29, 2012

Last Day of 15!


So, bisa dibilang malem ini adalah malam terakhirku jadi 15-year-old gurl. Tomorrow will be turning to 16, just do not know how to feel.. Seharusnya sedih soalnya umur udah berkurang setaun tapi harus seneng juga soalnya udah semakin dewasa, semakin dekat ke KTP, yang paling penting: semakin dekat ke SIM. HAHAHA akhirnya ngga perlu kucing-kucingan lagi sama pak polisi! Senanglah dong bapak karena aku ngga akan jauh-jauh lagi dari bapak, akan kuhadapi anda, Pak!
Dan semakin tua, harus semakin dewasa. Semakin bijak, semakin semakin semakin yang baik-baik amin :) dan begitulah. Seperti taun sebelumnya, aku punya beberapa rsolusi nuih buat taun ini. Evaluasi untuk taun sebelumnya sih resolusinya kan lebih sabar, alhamdulillah mungkin kalian ngga seberapa ngeh ya liatnya tapi aku merasa udah makin sabar sih hihi ciyee *apasih yaudin yuk balik lagi. Zhe shi wo de resolusi :D (sori yah aku ngga ngerti bahasa cinanya resolusi apa :p):
1.       Sholat wajib nggak bolong.
2.       Paling nggak untuk semester ini 7 besar kelas deh. Selanjutnya harus 5 besar! Bismillah.
3.       Nilai MIPA naik terus per semester biar undangan :) amin.
4.       Minimal sholat dhuha 3 kali seminggu.
5.       Minimal sholat tahajud 2 kali seminggu.
6.       Puasa Senin-Kamis minimal 1 kali sebulan.
7.       Sedekah tiap hari.
8.       Ngafalin surat pendek biar pas Pondok Romadon ngga berabe :p
9.       Semakin sabar.
10.     Semakin bijak.
Udah deh ini dulu. Semoga taun depan ini udah tercapai semua, doakan ya guys n gurls, amiiiiin.
Last words,
Goodbye 15! Thanks for being a nice year ;)

Welcome 16, just be a fantastic and wonderful year to me!



October 27, 2012

Sadarlah!

Beberapa hari yang lalu dibahas tapi malah engkel-engkelan..
Sekarang bisanya protes sama ngeluh, bilang parah segala macem..
Daripada ngomong di belakang, gimana kalo kalian langsung ngomong di depanku?
Sebelum nyalahin aku, gimana kalo kalian liat diri kalian pas terakhir ngumpul?
Apa kalian ngasih solusi? Jalan tengah? Titik terang?
Kalo kalian begini, sama aja kalian ngga menghargai hasil rapat.
Dan satu lagi, ngga selamanya yang di atas yang selalu menang.
Kalo semuanya bergantung seleranya yang di atas, yang bawah buat apa dibentuk?
Toh udah dibentuk hasil rapat dan pendapatnya ngga dihargai.
Sekarang mau apa sebenernya?
Marah? Nyalahin aku? Nyalahin kami?
Seharusnya kalian sadar, kalian terlalu mikirin diri kalian sendiri.
Kalian ngikuti kemauan kalian doang.
Kalian diberi pilihan tapi menyia-nyiakan.
Kalian bukan memperjuangkan 'kami', tapi memperjuangkan 'aku'

Dan kalian menyalahkan kami atas semua itu..